Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Kesaksian Mantan Aktivis 1998 soal Kerusuhan Solo Mei 1998 : Kampus Diliburkan, Warga Bikin Barikade

Kerusuhan Solo Mei 1998 masih terekam dalam benak Daryono, seorang mantan aktivis 1998.

Tribunnews.com
Ilustrasi kerusuhan 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Azhfar Muhammad Robbani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Kerusuhan Solo Mei 1998 masih terekam dalam benak Daryono, seorang mantan aktivis 1998.

Potret kelam dan mencekamnya masih diingatnya.

“Kerusuhan mulai pembakaran di Slamet Riyadi dari pagi sampai malam kita sebenarnya sudah tidak bisa control. Dari berbagai arah dari masyarakat banyak terprovokasi, pembakaran, penjarahan dan beberapa hal,” ujar dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (15/5/2021).

“Kawasan bisnis, toko-toko banyak dibakar, akhirnya banyak yang berduyun - duyun untuk menjarah dari toko, bank, dan pusat perbelanjaan,” tambahnya.

Baca juga: Kelamnya Kerusuhan Solo Mei 1998, Toko Dijarah & Dibakar : Saya Merinding, Ledakan Dimana-Mana

Baca juga: Menerka Penyebab Kerusuhan Solo Mei 1998, Sejarawan Sebut Hal Ini Sebagai Dugaan Pemicu

Daryono tidak menampik banyak tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan kejahatan terjadi saat itu dan terjadi depan matanya.

“Itu tidak ada pembenaran dari manapun, banyak aksi kejahatan di depan mata saya terjadi. Mereka aji mumpung menjarah barang yang ada di toko tersebut bahkan mereka anehnya berasal dari warga yang mampu dan berada,” ujar dia.

“Sepanjang jalan berceceran kaca dan mayat. Tong-tong besar dibakar,” tambahnya.

Kampus-kampus yang ada di Solo, sambung Daryono, kala itu diliburkan selama kurang lebih dua minggu.

“Ya, kampus diliburkan hampir dua mingguan, banyak mahasiswa (termasuk saya) yang inisiatif untuk memantau kondisi,” ujar dia.

Halaman
1234
Penulis: Azfar Muhammad
Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved