Breaking News:

Viral

Viral Foto Warga di Luwu Utara Ditandu 20 Km untuk Berobat ke Puskesmas, Terungkap Fakta Miris Ini

Tampak dari gambar yang beredar, tandu yang terbuat dari bambu itu digotong oleh 4 orang. Sedangkan warga yang sakit ditandu.

Editor: Hanang Yuwono
https://www.instagram.com/info_lutra/
Foto viral seorang warga ditandu sejauh 20 kilometer hanya untuk berobat ke puskesmas. 

Sementara itu, salah satu Pejabat Kecamatan Rampi Musriyamin mengatakan, Dina sudah mendapat perawatan rumah sakit di Palopo.

Menurut dia, saat tiba di Puskesmas Rampi, pasien diterbangkan ke Masamba lalu dirujuk ke Palopo.

"Beliau langsung (Camat Rampi) ke RS Andi Djemma Masamba membantu menyelesaikan masalah warganya, untuk segera dapat dirujuk ke Palopo," kata Musriyamin.

Orang sakit atau meninggal yang ditandu di Rampi bukan hal baru.

Belum memadainya akses transportasi di sana jadi penyebab.

Sekadar informasi, belum ada jalan aspal di Rampi.

Jalan di sana hanya bisa dilalui dengan motor, mobil belum.

Warga Desa Rampi, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, digotong sejauh 20 kilometer untuk berobat ke Puskesmas Rampi
Warga Desa Rampi, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, digotong sejauh 20 kilometer untuk berobat ke Puskesmas Rampi (TribunTimur/Istimewa)

Rampi tepat berada di perbatasan Sulsel dengan Sulteng.

Jaraknya 86 kilometer dari ibu kota Luwu Utara, Masamba.

Untuk pergi ke Rampi hanya bisa dengan menggunakan motor modifikasi melalui jalur darat.

Atau menggunakan pesawat perintis melalui Bandara Andi Djemma.

Enam desa di kecamatan terpencil tersebut dihuni sekitar 3.500 penduduk.

Tidak ada listrik dan jaringan internet di sana.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Viral Warga Rampi Luwu Utara Digotong 20 Km Pergi Berobat ke Puskesmas

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved