Breaking News:

Insiden di Kedung Ombo Boyolali

Sejarah Waduk Kedung Ombo Menurut Saksi Mata: Ternyata Dulu Perkampungan, Warga Terpaksa Angkat Kaki

Sumiyatun menceritakan awalnya lokasi yang kini menjadi waduk merupakan perkampungan penduduk.  Lambat laun menjadi Waduk Kedung Ombo.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Salah satu warung apung yang dekat dengan daratan di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Minggu (16/5/2021). 

Itu menjadi satu diantara beberapa dalih proyek pembangunan Waduk Kedung Ombo dilakukan pemerintah yang waktu itu dipimpin Presiden Soeharto.

Akibatnya, ribuan penduduk terpaksa angkat kaki. Adapun pemerintah menawarkan ganti rugi bagi mereka. 

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, besaran ganti rugi tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor 593/135/1987.

Dalam surat tersebut, besaran ganti rugi tanah terdampak proyek Waduk Kedung Ombo senilai Rp 700 per meter. 

Namun, beberapa warga sempat menolak besaran tersebut dan sempat melontarkan protes meski akhirnya tak digubris.  

"Sempat dapat ancaman dari oknum-oknum untuk mau menerima ganti rugi tersebut. (Beberapa) menerima karena takut saat itu," ucap Sawiyatun. 

Sawiyatun mengungkapkan ancaman yang dilakukan oknum tersebut sampai membuat salah seorang keluarganya meregang nyawa. 

"Ketakutan lalu bunuh diri dengan minum minyak tanah," ungkapnya. 

Selain itu, masih ada warga yang hingga kini belum menerima ganti rugi lantaran menganggap besarannya tidak sesuai. 

Selain ganti rugi, warga yang tinggal di perkampungan tersebut juga ditawari untuk melakukan transmigrasi. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved