Breaking News:

Biaya Vaksin Covid-19 Mandiri, Simak Total Tarif untuk Dua Kali Vaksin Gotong Royong

Pembelian vaksin Covid-19 buatan Sinopharm untuk pelaksanaan vaksinasi gotong royong resmi ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi Vaksin Corona 

TRIBUNSOLO.COM - Pembelian vaksin Covid-19 buatan Sinopharm untuk pelaksanaan vaksinasi gotong royong resmi ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kini, harga pembelian vaksin ditetapkan sebesar Rp 321.660 per dosis.

Baca juga: Guru di Sukabumi yang Lumpuh Usai Divaksin Covid-19 Ingin Ketemu Jokowi: Mau Ucapin Terima Kasih

Namun perlu diketahui biaya tersebut belum termasuk tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.

Dengan demikian tarif vaksinasi gotong royong dengan menggunakan vaksin Sinopharm ditambah biaya pelayananannya untuk sekali suntik sekitar Rp 439.570.

Penetapan tarif ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01,07/Menkes/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukkan Bio Farma Dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

Dalam beleid yang ditetapkan 11 Mei 2021 itu disebutkan, harga pembelian vaksin sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU huruf a merupakan harga tertinggi vaksin per dosis yang dibeli oleh badan hukum/badan usaha.

Harga itu sudah termasuk margin/keuntungan 20 persen dan biaya distribusi franco kabupaten/kota, namun tidak termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).

Vaksin Sinopharm sendiri harus disuntikkan dua dosis. Dengan demikian, biaya total vaksinasi mandiri dengan vaksin ini sebesar Rp 879.140, belum termasuk pajak pertambahan Nilai.

Jika ditambah PPN 10 persen, maka tarif untuk dua dosis adalah Rp 967.054.

"Tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU huruf b merupakan batas tertinggi atau tarif per dosis untuk pelayanan vaksinasi gotong royong yang dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat/swasta," demikian keterangan aturan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved