Breaking News:

5 Alasan Harus Menonton You and I, Film yang Ajak Penonton untuk Memahami Sejarah Bangsa

Keduanya ditangkap dan dipenjara, mereka pertama kali bertemu di usia 17 dan 21 tahun.

Editor: Eka Fitriani
istimewa
Film You and I garapan Yulia Evina Bhara, Tazia Teresa Darryanto dan Fanny Chotimah 

TRIBUNSOLOTRAVEL.COM - Jika kamu adalah salah satu orang yang merasa pelajaran sejarah adalah hal yang membosankan, maka salah satu cara agar lebih dekat dengan masa lalu negeri ini adalah menyaksikan film-film dokumenter.

Sejumlah film dokumenter dibuat agar orang-orang bisa lebih memahami apa yang telah terjadi.

Seperti kisah yang diangkat menjadi film dokumenter You and I. Film ini akan membuat penonton lebih melek tentang kondisi yang terjadi pada 1965 silam.

Berikut daftar alasan mengapa kamu harus nonton film You and I.

Mereka ada di sekitar, para mantan tahanan politik

Baca juga: Kabar Duka: Aktor Senior Wawan Wanisar Meninggal Dunia, Pemeran Pierre Tendean di Film G 30 S/PKI

Baca juga: Hari Pertama Bioskop Kembali Dibuka di Solo, Ada Penonton Langsung Maraton Nonton Film

Dua tokoh utama di film ini, Kusdalini dan Kaminah adalah mantan tahanan politik 1965. Di mana masa itu lebih dari 500.000 rakyat dibunuh dan ditahan tanpa pernah diadili. Kaminah dan Kusdalini aktif dalam gerakan pemuda dan senang bernyanyi. Keduanya tergabung dalam paduan suara Pemuda Rakyat.

Keduanya ditangkap dan dipenjara, mereka pertama kali bertemu di usia 17 dan 21 tahun. Kusdalini dipenjara selama 2 tahun dan Kaminah dipenjara selama 7 tahun. Setelah itu keduanya hidup bersama.
Membuka mata kita tentang stigma di tengah masyarakat

Dari film You and I kita akan tahu bahwa ada orang-orang yang masih mendapatkan stigma negatif dari sekitar karena terkait dengan peristiwa 1965. Termasuk Kaminah, yang ditolak keluarganya karena pernah menjadi tahanan politik.

Kisah yang menyentuh

Stigma negatif tak membuat Kusdalini dan Kaminah menyerah dengan hidup. Walau dalam keterbatasan, keduanya tetap bertahan. Di usia senja, mereka bertahan hidup dengan menjual kerupuk.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved