Breaking News:

Tersentuh Lihat Bayi Palestina Terluka, Menlu Retno: Berapa Lama Kita Akan Membiarkan Kejahatan?

Retno Marsudi adalah menteri yang aktif menyuarakan keadilan bagi rakyat Palestina di sejumlah forum internasional, baik di PBB, Gerakan Non Blok.

Mahmoud ZAYYAT / AFP
Pengungsi Palestina yang melarikan diri dari kamp Ain al-Hilweh, kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon, karena bentrokan yang sedang berlangsung antara pasukan keamanan Palestina dan pejuang Islam selama tiga hari berturut-turut, terlihat mencari perlindungan di luar sebuah masjid di kota pantai selatan Sidon pada bulan Agustus. Pada 19 Agustus 2017. Bentrokan pertama terjadi pada 17 Agustus ketika orang-orang bersenjata dari kelompok kecil Islamis Badr menembaki posisi pasukan keamanan Palestina di dalam kamp, ??kata seorang sumber Palestina. 

TRIBUNSOLO.COM - Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi mengaku merasa tersentuh saat melihat bayi Palestina terluka.

Bagaimana tidak, bayi yang dikeluarkan dari reruntuhan ternyata keluarganya yang lain sudah meninggal akibat konflik dengan Israel.

Seperti diketahui, Retno Marsudi adalah menteri yang aktif menyuarakan keadilan bagi rakyat Palestina di sejumlah forum internasional, baik di PBB, Gerakan Non Blok (GNB), hingga Dewan HAM Internasional.

Bahkan dalam Debat Umum Sidang Pleno ke-67, Sidang Majelis Umum (SMU) PBB yang berlangsung di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (20/5/2021), Menlu Retno menuntut keadilan bagi masyarakat Palestina.

Mahmoud ZAYYAT / AFP
Pengungsi Palestina yang melarikan diri dari kamp Ain al-Hilweh, kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon, karena bentrokan yang sedang berlangsung antara pasukan keamanan Palestina dan pejuang Islam selama tiga hari berturut-turut, terlihat mencari perlindungan di luar sebuah masjid di kota pantai selatan Sidon pada bulan Agustus. Pada 19 Agustus 2017. Bentrokan pertama terjadi pada 17 Agustus ketika orang-orang bersenjata dari kelompok kecil Islamis Badr menembaki posisi pasukan keamanan Palestina di dalam kamp, ??kata seorang sumber Palestina.
Mahmoud ZAYYAT / AFP Pengungsi Palestina yang melarikan diri dari kamp Ain al-Hilweh, kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon, karena bentrokan yang sedang berlangsung antara pasukan keamanan Palestina dan pejuang Islam selama tiga hari berturut-turut, terlihat mencari perlindungan di luar sebuah masjid di kota pantai selatan Sidon pada bulan Agustus. Pada 19 Agustus 2017. Bentrokan pertama terjadi pada 17 Agustus ketika orang-orang bersenjata dari kelompok kecil Islamis Badr menembaki posisi pasukan keamanan Palestina di dalam kamp, ??kata seorang sumber Palestina. ()

Baca juga: DPRD Karanganyar Kritik Bupati Juliyatmono Soal SE Galang Dana untuk Palestina: Perlu Dievaluasi

Baca juga: Bupati Karanganyar Terbitkan SE Bantu Palestina, Wakil Ketua DPRD dari PKB : Saya Rasa Kurang Tepat

Ia menyampaikan perasaannya saat melihat bayi berusia dua bulan yang terluka dan dikeluarkan dari reruntuhan, sementara keluarganya yang lain meninggal dunia akibat konflik yang tidak berkesudahan antara Israel – Hamas di jalur Gaza.

"Saya sampaikan juga bahwa setiap dari kita pasti tersentuh ketika melihat gambar bayi berusia dua bulan yang terluka dan dikeluarkan dari reruntuhan disaat keluarganya terbaring tanpa nyawa," kata Retno.

Retno menyerukan penghentian kekerasan dan gencatan senjata, demi menyelamatkan nyawa mereka yang tidak bersalah, termasuk perempuan dan anak-anak.

Menlu RI menegaskan, bagi Indonesia keamanan jiwa manusia selalu menjadi prioritas utama dan isu mendasar dari permasalahan ini yang harus segera diselesaikan.

"Saya tegaskan satu pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita sendiri, berapa lama lagi kita akan membiarkan kejahatan tersebut berlangsung?” kata Menlu dihadapan perwakilan 11 negara anggota PBB yang hadir.

Menlu Retno mengatakan upaya menggalang dukungan terhadap Palestina terus dilakukan Indonesia bersama dengan negara lain.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved