Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Viral Video Anggota DPRD Solo Marahi Pramugari Lion Air, Gegara AC Mati saat Pesawat Sudah Terbang

Viral video berdurasi 37 detik anggota DPRD Solo dari Fraksi PDIP memarahi sejumlah pramugari Lion Air.

Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Istimewa
Tulisan tangan Anggota DPRD Solo dari Fraksi PDIP, Siti Muslikah yang mengeluhkan Lion Air dan pramugari mengangkat tangan minta maaf saat dimarahi, Kamis (27/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Azhfar Muhammad Robbani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Viral video berdurasi 37 detik anggota DPRD Solo dari Fraksi PDIP memarahi sejumlah pramugari Lion Air.

Adapun video tersebut mengambarkan situasi anggota legislatif bernama Siti Muslikah mengeluhkan pelayanan Lion Air.

Dalam rekaman, tampak pramugari yang dimarahi meminta maaf, berikut isinya :

Kami sangat kecewa dengan layanan Lion Air kali ini, tahu AC-nya mati kenapa tetap jalan?

Buru-buru dijawab pramugari.

"Iya mohon maaf, kami sampaikan nanti," kata seorang pramugari sembari menunjukkan tangan minta maaf.

Kita udah kandung terbang lho, kalian ini sembrono loh, nyawa 150 orang tergadai lho gara-gara anda nekat.

Mestinya kalau tahu dalam perbaikan jangan terbang dulu, jangan ambil keputusan nekat seperti ini.

Jangan cuma minta maaf lho, nyawa lho.

Anggota DPRD Solo dari Fraksi PDIP, Siti Muslikah.
Anggota DPRD Solo dari Fraksi PDIP, Siti Muslikah. (TribunSolo.com/Istimewa)

Baca juga: Akali Aturan Lockdown, Pria di India Menikah di Pesawat, Ratusan Orang Jadi Saksi di Udara

Baca juga: Viral Video Suara Gibran Marahi Netizen di Twitter, Ternyata Hoaks: Itu Bukan Suara Saya

Siti Muslikah yang merupakan Anggota Komisi IV itu membenarkan itu video yang diambil. 

Video tersebut viral dan menyebar melalui medsos di antaranya WhatsApp.

“Iya betul itu saya sendiri, saya bersama rombongan tadi pagi sangat kecewa,” kata Muslikah kepada TribunSolo.com, Kamis (27/5/2021).

“Bagaimana tidak kecewa sepanjang kami di pesawat sangat kepanasan dan itu memaksakan kehendak, untung selamat,” tambahnya.

Dirinya mengatakan kejadian itu menimpanya pada hari ini, Kamis (27/5/2021) saat hendak dirinya melakukan perjalanan ke Bali dalam rangka kunjungan kerja.

“Ya kami ke Bali ada kunjungan ke DPRD Tabanan,” katanya.

"Pesawatnya sih tadi on time jam 08.00 WIB, dan jam 08.00 juga sampai Bali on time karena beda selisih waktu," tambahnya.

Diakui oleh Muslikah beberapa fasilitas dari pesawat dari maskapai tersebut tidak beroperasi dengan baik.

Baca juga: Di Rapat Paripurna DPRD Solo, Gibran Diingatkan Agar Lanjutkan Program Unggulan FX Rudy, Apa Itu?

Baca juga: Tak Hanya Bongkar Makam, Tubuh Ridwan Pesilat PSHT yang Tewas Juga Dibedah, Organ Penting Dibawa

"AC tidak menyala, sebelum take off tidak dinyalakan sudah lebih dari setengah jam kami kepanasan,” katanya.

"Kondisi kita banyak di pesawat ya kepanasan kita, setelah take off nyala sih tapi anginya dikit,"paparnya.

Dari awal perjalanan Muslikah mengeluhkan kekecewan terhadap pramugari yang bertugas.

"AC-nya rusak dalam perbaikan kata pramugari, lah kok bisa diputuskan terbang," katanya.

"Akhirnya saya minta kertas untuk komplain sebagai penumpang dan lama sekali tak kunjung datang," ujarnya.

Sampai dirinya rela menulis kekesalan itu di kertas surat skrining Covid-19 genose-nya.

“Saya sampai nulis komplain untuk dikasih ke pihak maskapai di surat Covid saya,” ujarnya.

“Ini fatal, membahayakan dan menyangkut keselamatan, gimana gak kecewa, sepanjang jalan kami kepanasan karena AC yang keluar sangat minim” paparnya.

Bersama rombongannya sepanjang jalan Muslikah mengeluh dan bahkan ada yang mengatakan dari penumpang lain seperti naik angkutan kota.

"Naik pesawat rasa naik angkot, ini serasa naik bus," katanya.

Baca juga: Pesawat Batik Air Tiba-tiba Bergerak Hingga Tabrak Garbarata, Otoritas Bandara Lakukan Investigasi

Baca juga: Istri Sakit Autoimun, Anang Hermansyah Bawa Ashanty Berobat ke Turki, Arsy Antusias Naik Pesawat

Karena menyangkut nyawa, pihak maskapai harus lebih hati-hati untuk mengambil keputusan terbang dengan pesawat yang tengah diperbaiki.

"Udah tahu indikasinya tapi dipaksakan, itu kan secara mekanik bahaya," ujarnya.

"Jangan nekat, dan membahayakan semoga kejadian ini tidak terulang," tambahnya.

Dirinya mengaku pihak maskapai yaitu direktur operasional dari pihak penerbangan telah meminta maaf lewat WhatsApp pribadi.

"Permintaan maaf sih oke, tapi jangan dianggap enteng," katanya. 

Hingga berita ini diturunkan, TribunSolo.com mencoba mengkonfirmasi sejumlah nomor resmi pejabat Lion Air tetapi belum mendapat balasan.

Di antaranya kepada Corporate Communications Strategic,  Lion Air Tower Danang Mandala Prihantoro. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved