Breaking News:

Dicari Polisi : Orang yang Terbangkan Balon Udara, lalu Jatuh dan Resahkan Warga Banyudono Boyolali

Kapolsek Banyudono AKP Marjoko mengatakan, sampai saat ini pihak polsek Banyudono masih melakukan proses penyelidikan. 

Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Ilham Oktafian
Istimewa/ Kapolsek Banyudono AKP Marjoko
Balon udara jatuh di sebuah permukiman warga di kawasan Dukuh Krecek RT 04 RW 02, Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono, Minggu (30/5/2021) petang. 

Diakuinya, mereka menghabiskan uang sekitar Rp 1,5 juta untuk membuat balon udara tersebut. 

"Kira-kira habis segitu untuk buat balon udaranya," ucapnya. 

Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu menyampaikan, balon udara itu diterbangkan dari Magelang pada Senin (17/5/2021) pukul 07.00 WIB. 

Baca juga: Terbangkan Balon Udara, Polres Ponorogo Mintai Keterangan Warga 1 RT, Satu Orang Diamankan

"Setelah terbang, mereka menunggu selama satu jam sampai balon udaranya tidak lagi terlihat," ujar dia. 

Lantas balon udara tersebut mendarat di Dukuh Krapyak, Desa Sabrang, Delanggu, Klaten sekitar pukul 09.00 WIB. 

"Waktu balon udaranya mendarat, petasannya meledak," tambahnya. 

Pelaku Ditangkap

Lima orang pemuda asal Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang harus merasakan dinginnya hotel prodeo di Klaten. 

Mereka ditangkap Resmob Polres Klaten atas kasus balon udara yang membawa mercon dan meledak di Dukuh Krapyak, Desa Sabrang, Delanggu, Klaten pada Senin (17/5/2021) pagi. 

Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari sejumlah barang bukti yang ada di tempat kejadian perkara (TKP). 

Baca juga: Dicari: Orang yang Terbangkan Balon Udara Meledak di Delanggu Klaten, Polisi Bawa Barang Bukti

Baca juga: Kronologi Balon Udara Bawa Petasan Meledak di Delanggu Klaten: Suaranya Keras Sekali

"Kami pelajari temuan berupa balon udara, kertas pembungkus, sumbu, dan plastik," ujar dia dalam jumpa pers di Mapolres Klaten, Selasa (18/5/2021). 

Berawal dari barang bukti yang akhirnya menghubungkan dengan lima orang pembuat balon udara yang membawa mercon tersebut. 

"Setelah kejadian ledakan itu, kami langsung berangkatkan anggota kami untuk menangkap pelaku di Magelang," terangnya. 

Menurutnya, temuan barang bukti di TKP kemarin sesuai dengan keterangan yang disampaikan tersangka. 

"Kami juga temukan barang bukti sisa mesiu di rumah tersangka yang dipakai untuk mengisi mercon tersebut," ujarnya. 

Baca juga: Terbangkan Balon Udara, Polres Ponorogo Mintai Keterangan Warga 1 RT, Satu Orang Diamankan

Ia menyebut, lima orang tersangka yang telah ditangkap adalah AG berperan mengumpulkan kertas pembungkus mercon, AP bertugas membuat kerangka lingkaran dari bambu. 

Sementara, Nur Taufik berperan membuat pengapian dari kayu, Muhammad Mukti berperan membuat selongsong dari pipa paralon, dan Muhammad Nasuhan bertugas merakit balon udara menggunakan plastik dan lakban. 

"Lima orang ini kami jerat dengan UU Darurat tentang Bahan Peledak dan juga Pasal 118 KUHP terkait dengan tanpa sengaja menimbulkan ledakan yang dapat membahayakan barang atau manusia," jelasnya.

Kronologi Balon Udara Meledak

Kejadian balon udara meledak di Klaten membuat warga geger. 

Balon udara tersebut meledak di wilayah Dukuh Krapyak, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu, Klaten pada Senin (17/5/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

Informasi yang dihimpun TribunSolo.com, kerangka balon udara tersebut dibuat menggunakan bilah bambu yang ditutupi plastik.

Diameter balon udara pembawa petasan berukuran kurang lebih tiga meter.

Baca juga: Kelamnya Kerusuhan Solo Mei 1998, Toko Dijarah & Dibakar : Saya Merinding, Ledakan Dimana-Mana

Baca juga: Asyik Nonton TV, Warga Plumbon Sukoharjo Dengar Suara Ledakan, Ternyata Gudang Ban Terbakar

Warga di lokasi kejadian, Suci menjelaskan, saat kejadian dia sedang berada di dapur.

"Saya saat itu lagi di dapur dan tiba-tiba terdengar suara ledakan yang begitu keras dari luar rumah," ujarnya saat ditemui TribunSolo.com, Senin (17/5/2021).

Dia mendengar suara ledakan itu sebanyak dua kali.

"Ledakan yang kedua juga keras suaranya," katanya.

Mendengar ledakan tersebut, Suci langsung keluar rumah untuk mencari tahu sumber suara dari petasan yang meletus itu.

Baca juga: 3 Orang yang Sedang Duduk di Pickup Terpental ke Sawah, Dampak Ledakan Kilang Minyak di Balongan

"Saya keluar rumah ternyata sudah ada kepulan asap dan bau belerang yang cukup menyengat," ujarnya.

Warga sekitar pun langsung memadamkan petasan tersebut dengan air.

"Tadi begitu meledak langsung disiram pakai air. Takut kalau merembet ke tempat lain," katanya.

Suara Ledakan di Sukoharjo

Warga RT 02 RW 03 Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo dibikin kaget dengan insiden terbakarnya gudang ban di wilayah tersebut, Selasa (20/4/2021).

Pasalnya, kebakaran tersebut membuat suara ledakan yang sangat keras beberapa kali. 

Henry litwyatmoko (31) menjadi salah seorang yang mendengar ledakan tersebut. 

Baca juga: Kebakaran Hebat di Plumbon Sukoharjo, Api Melalap Gudang Ban, 1 Mobil Kijang Hangus Terbakar

Baca juga: Hanya 20 Menit, 2 Kebakaran Ludeskan Rumah hingga Kandang di Sukoharjo, 4 Sapi Nyaris Terpanggang

"Ledakan terdengar keras, banyak, terdengar sebanyak lima kali," ucap Henry.

Henry bergegas keluar dari rumahnya yang tak jauh dari lokasi kebakaran seusai mendengar itu. 

"Saya ya kaget dengar suaranya. Itu saya posisi berada di rumah sedang nonton TV," ujar dia. 

Baca juga: Sebar Hoaks Soal Kebakaran Kilang Balongan, 2 Youtuber Ini Langsung Diciduk Polisi

"Kemudian dengar suara itu sama suara tetangga teriak-teriak 'kobong kobong kobong', terus saya keluar rumah," tambahnya. 

Asap tebal dan kobaran api besar langsung dilihat Henry dari lokasi kebakaran. 

Beberapa warga juga nampak mencoba menjinakan amukan si jago merah yang melahap seiisi gudang ban. 

"Kobaran api sampai atap gudang," ucap dia.

Kebakaran Hebat

Sebuah gudang ban di RT 2 RW 3 Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo dilalap si jago merah, Selasa (20/4/2021) sekira pukul 12.00 WIB. 

Kebakaran tersebut bermula kabel listrik yang berada di atap rumah mengalami konsleting listrik. 

Kasi Pemadaman dan Investigasi Damkar Sukoharjo, Maryanto mengatakan, suara ledakan kemudian terdengar akibat kondisi tersebut tak berselang lama. 

Baca juga: Kronologi Kebakaran di Sragen, Pemilik Rumah Dengar Suara Benda Jatuh, Ternyata Api Berkobar

Baca juga: Kebakaran Hebat di Sragen, Gudang Perkakas dan Rumah Ludes Terbakar, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

"Suara ledakan itu kemudian mengagetkan masyarakat dan mengetahui ada kebakaran," katanya, Selasa (20/4/2021).

Warga kemudian bergotong royong memadamkan kobaran api dengan alat sederhana. 

Beberapa diantaranya menelepon tim pemadam kebakaran. 

"Laporan langsung ditindak lanjuti dengan mengirimkan 4 unit mobil pemadam kebakaran menuju lokasi kebakaran," ujar Maryanto. 

"Dapat bantuan 1 unit dari Solo dan 1 unit dari Karanganyar," tambahnya.

Baca juga: Kesaksian Warga Soal Kebakaran Hebat di Pertamina Balongan, Panik Mendengar Dua Ledakan Besar

Dari pantauan TribunSolo.com, bahan baku ban yang tersimpan di lokasi kebakaran ludes. 

Tak hanya itu, sebuah mobil kijang yang terparkir di dalam gudang juga hangus terlalap jago merah. 

Tim pemadam kebakaran sempat kesulitan menjinakan api. Itu karena adanya arus pendek yang ada di depan pintu masuk. 

"Akhirnya kita semprot dari atas dinding. Setelah pendinginan kita baru bisa masuk dari pintu," ucapnya.

Kebakaran Rumah di Tawangmangu

Jago merah melahap rumah milik Sidi Karyo Dimejo (91) di Cumpleng RT 3 RW 11, Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (18/4/2021) sekira pukul 15.15 WIB.

Humas Polres Karanganyar, Iptu Agung Purwoko mengatakan kebakaran tersebut pertama kali diketahui tetangga pemiliki rumah.

"Tetangga korban sedang berada di dalam rumah, kemudian tiba-tiba melihat kepulan asap dari arah rumah korban yang posisinya di belakang rumahnya," kata Purwoko kepada TribunSolo.com.

Melihat itu, tetangga korban langsung teriak meminta tolong ke warga sekitar.

Warga kemudian mendatangi rumah korban.

Baca juga: Hanya 20 Menit, 2 Kebakaran Ludeskan Rumah hingga Kandang di Sukoharjo, 4 Sapi Nyaris Terpanggang

Baca juga: Kronologi Kebakaran di Sragen, Pemilik Rumah Dengar Suara Benda Jatuh, Ternyata Api Berkobar

Mereka sempat mengecek keberadaan korban dan didapati sedang tidak berada dalam rumah.

Korban diketahui sedang berada di anaknya, Cumpleng RT 2 RW 10, Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

"Warga kemudian berusaha memadamkan api dan menghubungi Polsek Tawangmangu dan relawan," tutur Purwoko.

Personel Polsek Tawangmangu dan relawan meluncur untuk membantu pemadaman. Tak berselang lama, Api berhasil dipadamkan.

"Penyebanya diduga akibat konsleting listrik. Untuk kerugian kurang lebih Rp 75 juta," ucap Purwoko.

Kebakaran di Sukoharjo

Di tempat lain, dua peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Sukoharjo yang hanya berselang 20 menit saja.

Menurut Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo Margono, laporan awal yang diterima adalah kebakaran di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Kamis (15/4/2021) pada pukul 18.30 WIB.

Kebakaran tersebut membakar kandang sapi milik warga bernama Sunardi.

Api berasal dari tumpukan jerami, yang kemudian api mulai membesar dan dilihat oleh warga.

Baca juga: Kilas Balik Aksi Keji Dukun Jagal di Kartasura : 5 Tahun Bunuh 7 Orang, Tega Habisi Pacar yang Hamil

Baca juga: Ibadah Secara Rasional di Tengah Pandemi, Jadi Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan Kali Ini

Melihat kejadian itu, warga langsung menghubungi petugas Damkar Sukoharjo.

"Kita kerahlan dua unit mobil damkar ke lokasi," katanya kepada TribunSolo.com.

Beruntung, empat ekor sapi yang ada didalam kandang berhasil diselamatkan.

Selang 20 menit kemudian, Damkar Sukoharjo kembali menerima laporan kebakaran di kawasan Desa Ngabeyan, Kecamatan Kartasura.

Kebakaran itu membakar rumah warga yang dijadikan warung.

Menurut salah satu relawan SAR Sukoharjo, Amung, kebakaran tersebut disebabkan konsleting listrik.

"Saat kejadian rumah dalam keadaan terkunci. Pemilik rumah sedang berjualan hik, informasi dari warga," ujarnya.

Warga yang mengetahui adanya api dari dalam rumah, langsung membuka paksa pintu rumah.

"Api dipadamkan oleh warga, yang melihat rumah tersebut terbakar," ucapnya.

Beruntung, respon cepat warga tak membuat kebakaran meluas. Dan hanya membakar meteran listrik, serta kulkas yang berada didekatnya.

Atas dua kejadian tersebut, kerugian materiel di masing-masing lokasi kebakaran diperkirakan mencapai Rp 3 juta. 

Kebakaran Dahsyat

Barang-barang berharga milik Hamik Slamet Raharjo (61) ikut terbakar akibat kebakaran hebat yang terjadi di rumah dan toko milliknya di Dukuh Ngasinan Wetan RT 25, Desa Gebang, Masaran, Sragen pada Rabu (14/4/2021).

Anak pemilik toko, Rahmat Arif Setyawan (24) mengatakan, barang-barang yang ludes dilahap si jago merah antara lain satu unit mobil Toyota Innova, dua unit sepeda motor Honda Vario 150CC, tiga unit sepeda angin, pupuk sebanyak lima ton, dan 15 tabung gas elpiji tiga kilogram.

"Kalau ditaksir kerugian yang kami alami mencapai Rp 3 miliar lebih," kata dia kepada TribunSolo.com, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Kebakaran Hebat di Sragen, Gudang Perkakas dan Rumah Ludes Terbakar, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Baca juga: Tak Kuasa Tahan Rasa Sakit, Seorang Perempuan Datangi Mako Pemadam Kebakaran Sukoharjo, Ada Apa?

Satu kendaraan yang berhasil diselamatkan adalah mobil pikap Isuzu bernomor polisi AD 1697 TN.

"Hanya itu saja yang bisa kami selamatkan saat terjadi kebakaran," paparnya.

Dijelaskan Arif, kendaraan-kendaraan tersebut tak bisa diselamatkan lantaran api sudah membesar.

"Kenapa yang bisa diselamatkan hanya pikap karena posisinya ada di depan Innova."

"Ketika saya mau mencoba mengeluarkan yang Innova sudah enggak berani karena di dalam sudah panas sekali. Takut kalau tiba-tiba meledak," katanya.

Baca juga: Dua Bangunan SMK Negeri 1 Sungai Raya Kalbar Hangus, Api Diduga dari Kebakaran Hutan dan Lahan

Sementara itu, posisi dua Honda Vario 150CC berada persis di belakang Innova pun habis terbakar api.

"Sepeda angin merek Polygon yang ada di sebelah mobil Innova juga enggak bisa diselamatkan," tambahnya.

Ia menambahkan, jumlah kerugian yang ia alami akibat kebakaran ini sangat besar karena banyak stok barang-barang seperti perkakas alat rumah tangga.

"Ini kan awal puasa jadi rumah kebetulan sedang banyak stok barang," ucapnya.

Kesaksian Pemilik Rumah

Kebakaran hebat melanda toko dan rumah milik Hamik Slamet Raharjo (61) di Dukuh Ngasinan Wetan RT 25, Desa Gebang, Masaran, Sragen pada Rabu (14/4/2021) dini hari.

Anak pemilik toko, Rahmat Arif Setyawan (24) membeberkan kronologi terjadinya kebakaran.

Menurutnya, sekitar pukul 24.00 WIB ayahnya yang sedang tidur mendengar suara benda jatuh di dalam rumah.

Baca juga: Kebakaran Hebat di Tanah Abang: 136 Lapak dan 40 Kios Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya

Baca juga: 19 Luka-luka Terkena Kebakaran Kilang Pertamina RU VI Balongan, 5 Luka Berat dan 14 Luka Ringan

"Setelah dicek ternyata ada kobaran api dari ruang tengah," ujarnya saat ditemui TribunSolo.com di rumahnya, Rabu (14/4/2021).

Mengetahui hal itu, ayahnya langsung membangunkan sang istri.

"Begitu ibu saya bangun tidur dan diberitahu rumahnya terbakar dia langsung teriak Allahuakbar," ungkapnya.

Sontak mendengar teriakan takbir dari ibunya, Arif kaget dan mengira ada pencuri.

"Awalnya saya kira ada maling masuk ke rumah tapi ternyata ada kebakaran," katanya.

Baca juga: Dua Bangunan SMK Negeri 1 Sungai Raya Kalbar Hangus, Api Diduga dari Kebakaran Hutan dan Lahan

Dia mengatakan, sumber api diduga muncul akibat hubungan arus pendel kabel listrik.

"Kabel tersebut posisinya ada di atas. Sehingga begitu terbakar langsung cepat merembet ke sudut-sudut rumah," katanya.

Api cepat menyambar seisi rumah karena barang-barang yang mudah terbakar.

"Banyak barang yang mudah terbakar seperti kasur, dan barang-barang plastik," terangnya. 

Kerugian Miliaran Rupiah

Sebuah rumah sekaligus gudang toko perkakas rumah tangga dan alat-alat pertanian di Dukuh Ngasinan Wetan RT 25, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen ludes terbakar api pada Rabu (14/4/2021) sekira pukul 00.30 WIB.

Informasi yang dihimpun, kerugian akibat kebakaran rumah tersebut mencapai miliaran rupiah.

Diketahui toko tersebut milik Hamik Slamet Raharjo.

Baca juga: Kebakaran Hebat di Tanah Abang: 136 Lapak dan 40 Kios Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya

Baca juga: Roda Nasib Agus Si Pencari Belut : Setelah Warungnya di Mojolaban Viral, Kini 2 Jam Dagangan Ludes

Kepala Seksi Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP Sragen, Anton Sujarwo mengungkapkan, saat kebakaran terjadi, pemilik rumah sedang tertidur lelap.

Namun, anaknya yang bernama Rahmat Arif Setyawan yang berada di kamar kecil tiba-tiba mendengar suara ibunya minta tolong.

"Begitu dengar ibunya minta tolong, dia langsung keluar dari kamar kecil. Ternyata dari dekat meja kasir sudah muncul kobaran api," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (14/4/2021).

Lantaran api sudah membesar, mereka menyelamatkan diri lewat pintu belakang.

"Karena bagian depan sudah terbakar api sehingga tak bisa dilewati," terangnya.

Baca juga: Gegara Lilin, Rumah Milik Seorang Lansia di Wonogiri Ludes Terbakar, Rugi Rp 80 Juta

Pemilik rumah pun berteriak minta tolong kepada warga sekitar untuk memadamkan api.

"Warga sekitar membantu memadamkan api dengan alat seadanya," katanya.

Ia mengatakan, tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan si jago merah.

"Api baru dapat kami padamkan sekitar pukul 04.00 WIB karena terkendala sumber air dan tralis yang mengeliling rumah dan toko," jelasnya.

Sebelumnya, kejadian mobil terbakar di Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen terjadi pada Jumat (9/4/2021) kemarin. 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Sebuah Mobil Toyota Corolla terbakar di overpass Pilangsari.

Baca juga: Viral, Mobil Terobos Jalur Contra Flow BST di Jalan Slamet Riyadi Solo, Dishub Solo: Itu Melanggar

Mobil dengan nomor polisi AD-7536-EC itu diketahui milik Haryono (51) warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.

Menurut Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Sragen, Anton Sujarwo, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 11.20 WIB.

Kejadian bermula saat mobil sedan itu melaju dari arah utara menuju ke arah selatan.

Sesampainya di tanjakan overpass, mobil tiba-tiba mengelurkan kepulan asap.

Baca juga: Allahu Akbar, Teriakan Warga Terdengar Saksikan Puting Beliung, Porak-porandakan Tuban Karanganyar

Baca juga: Kisah Anak SMP Berikan Surat Cinta ke Jokowi di NTT, Ternyata Begini Caranya Hindari Paspampres

Asap tersebut diketahui muncul dari dalam kabin mobil tersebut.

"Penyebabnya karena konsleting listrik," kata dia kepada TribunSolo.com.

Melihat itu, menurut dia, pengemudi kemudian bergegas keluar dari dalam mobil dan meminta bantuan warga.

Tak lama berselang hanya beberapa menit, api pun mulai muncul dan membakar mobil tersebut.

"Api membakar bagian depan dan kabin mobil," jelasnya.

Petugas pemadam kebakaran yang mendapat laporan, langsung mendatangi lokasi kebakaran tersebut.

Petugas Damkar yang datang langsung melakukan pemadaman dan pendinginan.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved