Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Kasihan, Bocah Dibully Teman Lalu Kabur dari Ponpes di Boyolali, Sampai Klaten Tersesat dan Bingung

Kabar ditemukannya tiga bocah laki-laki yang tersesat tak tahu arah jalan pulang menggemparkan warga Kabupaten Klaten.

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Istimewa
Santri dari Boyolali yang kebingungan menyasar di Dukuh Druju, Desa Gatak, Kecamatan Ngawen, Klaten pada Senin (31/5/2021) sekitar pukul 16.30 WIB. 

Sejumlah responden pelaku bullying juga menyebut, mereka melihat pertengkaran di rumah setiap hari.

Selain itu, riset yang diselenggarakan Ditch the Label pada 8.850 responden berusia 12 hingga 20 tahun mengungkapkan, sebanyak 14 persen pelaku bullying sudah pernah menjadi korban.

Hasil studi juga menunjukkan, orang yang pernah diintimidasi dua kali lebih berpeluang menjadi pelaku bullying ketimbang orang yang tidak pernah diintimidasi.

Dampak bullying bagi korban

Perundungan dapat menimbulkan dampak luas dan jangka panjang bagi korban.

Melansir Verywell Health, dampak secara langsung bagi korban perundungan adalah rendahnya rasa percaya diri.

Orang yang terus-menerus diejek gemuk, hitam, atau bodoh, perlahan-lahan percaya ejekan tersebut benar.

Korban yang sering di-bully umumnya juga merasa marah, sedih, tidak berdaya, frustasi, kesepian, dan terisolasi dari lingkungannya.

Jika dibiarkan terus-menerus, korban perundungan bisa merasa depresi, bahkan bisa berpikir untuk bunuh diri.

Saat anak-anak korban perundungan terus di-bully dalam proses tumbuh dewasa, korban dapat mengembangkan interaksi sosial.

Korban perundungan juga bisa sulit percaya pada orang lain, merasakan bullying adalah hal yang lumrah, sampai berakhir justru menyalahkan diri sendiri. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved