Berita Seleb

Di Jakarta Pedangdut Terkenal, Juara Bintang Pantura Ini Tak Gengsi jadi Petani saat Pulang Kampung

Berstatus artis top, pedangdut Lilis Darawangi membagikan potretnya saat jadi petani di kampung halaman. Mulai dari jemur gabah hingga mengairi ladang

Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Rifatun Nadhiroh
INSTAGRAM/lilis_bintangpantura1
Kolase foto Lilis Darawangi yang memilih hidup sederhana di kampung halaman. 

Tak ingin perjalanan karirnya sia-sia, sulung dari dua bersaudara ini mengatur keuangannya bersama kedua orangtuanya, khususnya sang ibunda.

“Setiap dapat honor selalu saya serahkan ke bunda. Dan setelah terkumpul banyak, bunda lalu usul agar dibelikan tanah,” kata pemilik nama Lilis Kristiani ini kepada Surya, Senin (10/4/2017), dikutip TribunSolo.com dari Surya.co.id dalam artikel Pedangdut Lilis Darawangi Tabung Honor Nyanyi untuk Beli Tanah.

Pedangdut yang baru saja merilis single Jaran Goyang ini tak malu mengaku terlahir dari keluarga petani di Banyuwangi.

Karena keterampilan orangtuanya mengolah tanah ini pula, sekarang tabungannya malah terus berkembang.

“Tanah itu lalu ditanami buah naga dan jeruk. Sekarang tinggal nikmati saja hasilnya setiap panen,” papar Lilis di tengah kesibukannya memberi semangat peserta audisi Bintang Pantura 4 di Hotel Singgasana Surabaya.

Penyanyi yang juga melejit lewat single ‘Aa Uu’ karya Agus Ruswono-Mimin ini pun membeber sedikit ‘dapur’nya.

Untuk buah naga bisa dipastikan sudah ada pengepul yang menunggu hasil panen setiap tahun dua kali.

“Kalau buah jeruk biasanya ditebas (diborong) seharga Rp 200 juta untuk masa tanam hingga panen selama dua tahun. Jadi selama dua tahun itu saya nggak boleh utak atik tanah itu, karena sudah sepenuhnya ‘dibeli’ pengepul,” imbuhnya.

Jawara Bintang Pantura 2015 ini lalu menguraikan, langkahnya membeli tanah itu atas saran ibundanya yang selalu menyatakan bahwa investasi dalam bentuk tanah tidak pernah ada ruginya.

“Terbukti, dulu tanah yang saya beli itu harganya Rp 60 juta per-setengah hektare kalau nggak salah, sekarang sudah melonjak jadi Rp 300 juta,” ungkapnya.

Lilis yang kelahiran 16 Juli 1985 ini tak berminat untuk menggunakan uangnya untuk usaha kuliner atau pun fashion. “Karena kami sadar betul tak punya pengalaman disitu,” tegasnya. 

Hasil panen dari dua jenis buah-buah itu, lanjut Lilis, kemudian diolah kembali oleh kedua orangtuanya.

“Biasanya mereka kasih tahu jika ada tanah yang dijual di daerah tempat tinggal kami,” tutur Lilis yang sempat tampil di layar FTV berjudul ‘Ayah Jangan Tinggalkan Aku’.

Mengenai aktivitasnya di dunia hiburan, Lilis menyatakan ingin menjajal semua kesempatan yang ada.

Selain dunia olah tarik suara dan pembawa acara, Lilis menyatakan masih ingin terus mengembangkan kemampuannya di bidang akting.  (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved