Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Cerita Kapolsek Tulung Klaten, Bubarkan Dangdutan Langgar Prokes: Tak Gentar, Walau Sempat Diancam

Menjadi satu bagian yang bertanggung jawab mengingatkan masyarakat soal protokol kesehatan (prokes) memang tidak mudah.

tribunsolo.com/mardon
Kapolsek Tulung, Iptu Jaka Waluya. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Menjadi satu bagian yang bertanggung jawab mengingatkan masyarakat soal protokol kesehatan (prokes) memang tidak mudah.

Apalagi pada masyarakat yang "Ngeyel" soal corona.

Seperti yang dialami Kapolsek Tulung, Iptu Jaka Waluya.

Baca juga: Kasus Corona di Boyolali Bertambah: Ruang Isolasi RS Hampir Penuh, Bupati Said Sebut Terkendali

Baca juga: Sebanyak 15 Pasien Corona Klaster Desa Pelemgadung Sragen Sembuh, Kini Pulang ke Rumah

Iptu Jaka Waluya, saat patroli bersama Satgas Covid-19 Kecamatan Tulung menemukan ada sebuah acara musik dangdut di kawasan Umbul Nilo, Klaten.

Lantaran acara dangdutan itu mengumpulkan orang, apalagi di tengah pandemi corona. Acara tersebut diminta bubar.

Namun, instruksi tersebut tidak diindahkan oleh orang yang menyelenggarakan acara tersebut.

Mereka malah menantang dan mengancam membunuh Iptu Jaka Waluya bila mau membubarkan acara.

Baca juga: Kabar Baik : Puluhan Warga Sumber Solo yang Kena Corona Pulang, Sempat Diisolasi di Asrama Donohudan

Untungnya saat itu, Iptu Jaka Waluya tetap menahan diri dan berusaha membujuk dengan kepala dingin.

Kedua pelaku yang mengancam tersebut bernama Safari (39) warga RT 03 RW 04, Dukuh Sidomulyo, Kecamatan Mojosongo, Boyolali dan Adi Kurniawan (19) warga RT 01 RW 04, Dukuh Gatak, Desa/Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved