Breaking News:

Viral Seorang Napi Kasus Cabul Aktif di Media Sosial, Kepala Pengamanan Rutan Beri Penjelasan

Pasalnya di tengah masa tahanannya seorang narapidana bernama Syahril Parlindungan Marbun tertangkap aktivitasnya di aplikasi (LinkedIn).

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Weedezign
Berbagi di media sosial 

TRIBUNSOLO.COM - Aktivitas media sosial seorang tahanan di Depok menjadi sorotan masyarakat.

Pasalnya di tengah masa tahanannya seorang narapidana bernama Syahril Parlindungan Marbun tertangkap aktivitasnya di aplikasi (LinkedIn).

Baca juga: Jangan Sampai Viral Seperti di Jogja, Gibran Bisa Bikin Perwali Terkait Harga di Warung Makan

Dalam sosial media tersebut, Syahril mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya seorang profesor yang bernama Mardjono Reksodiputro.

Kepala Pengamanan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Kota Depok, Cilodong, Numan Fauzi, tidak menyangkal ada narapidana yang mengakses handphone dari dalam penjara.

Sebelumnya diberitakan, narapidana tersebut adalah Syahril Parlindungan Marbun, yang divonis 15 tahun penjara atas kasus kekerasan seksual terhadap sejumlah anak di sebuah rumah ibadah di Kota Depok, Jawa Barat.

“Iya benar. Itu terlepas dari pengawasan kami. Kami sudah melakukan langkah-langkah yang seharusnya dilaksanakan seperti sidak dua kali dalam seminggu. Lalu kami sudah siapkan sarana komunikasi tapi ternyata tetap saja penyimpangan itu terjadi,” ujar Numan Fauzi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (3/6/2021).

Fauzi mengatakan, dari hasil penelusuran, diketahui bahwa Syahril mendapatkan ponsel dari seorang narapidana yang telah bebas.

“Diinformasi setelah pendalaman dari kami dia dapat dari napi (narapidana) yang sudah bebas,” katanya.

Baca juga: Viral Foto Pernikahan Diduga Pengantin Baru yang Tewas Mengenaskan di Aceh, Tampak Senyum Bahagia

Layar tangkap kegiatan Syahril Parlindungan Marbun di sosial media Linked In.
Layar tangkap kegiatan Syahril Parlindungan Marbun di sosial media Linked In. (ISTIMEWA)

Atas hal tersebut, Fauzi berujar pihaknya juga telah menempatkan Syahril dalam isolasi atas pelanggaran yang diperbuat.

“Kami sudah melakukan sel isolasi 2x6 hari. Kami mengusulkan untuk pemutusan remisi, pemutusan hak-haknya sebagai warga binaan untuk remisi dan integrasi, kita putus,” tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved