Breaking News:

Dulu Laris Manis hingga Bikin Harga Naik Pesat, Penjualan Sepeda Kini Landai, Ternyata Ini Sebabnya

Saat 2020 lalu harga sepeda mengalami kenaikan yang cukup tinggi akibat keterbatasan suplai. Kini penjualan menurun drastis.

Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Azhfar Muhammad
ILUSTRASI: Koleksi sepeda yang dijual di Toko Sepeda Rukun Makmur Solo Baru, Jalan Raya Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (9/3/2021). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Tren gowes membuat sepeda sempat booming sejak awal pandemi.

Hal itu mengakibatkan penjualan sepeda meningkat pesat di sejumlah toko sepeda.

Namun belakangan tren penjualan menurun. Apa sebabnya?

Baca juga: Pilunya Nasib 2 Santri Asal Sragen, Pamit Main Sepeda, Pulang Jadi Jenazah: Tenggelam di WKO

Baca juga: Pencurian Sepeda Motor di Semarang, Dilakukan 2 Bocah Kelas 6 SD Agar Terlihat Keren

Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo menjelaskan, tren penjualan sepeda pada tahun 2020, tepatnya hingga bulan Agustus kondisinya ramai.

Kemudian pada akhir Agustus terbit aturan tentang pembatasan impor sepeda, sehingga membuat stok sepeda maupun komponen sempat terhambat.

"Pada 2020 ini, pengusaha udah stok sepeda untuk 3-6 bulan, nah stok itu habis semua saat masa pandemi, sehingga terjadi keterbatasan stok dan akhirnya terjadi lonjakan harga di pasar.

Nah produsen dalam negeri pun kaget dengan adanya permintaan yang tinggi.

Dari harga di importir maupun produsen plus minus itu antara 20-30 persen," tutur Eko saat dihubungi Tribunnews, Minggu (6/6/2021).

Naiknya tren positif dunia sepeda ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di negera-negara lain.

Hal ini membuat permintaan sepeda yang tinggi juga terjadi secara global, sehingga menyebabkan spare part yang diproduksi tidak bisa memenuhi permintaan pasar yang ada, menyebabkan adanya keterlambatan suplai.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved