Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Kisah Warga Desa Kamal, Hidup di Kawasan Kekeringan Sukoharjo: Rela Jalan Jauh Ambil Air ke Sumur

Warga Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Sukoharjo biasanya mengambil air ke sumber mata air bila kondisi kemarau seperti ini.

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Muhammad Irfan Al Amin
Seorang kakek yang menimba air di Dukuh Tugusari, RT 01/RW 07, Dusun Tiga, Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Sukoharjo guna kebutuhan sehari-hari pada Minggu (6/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kegiatan ngangsu atau mengambil air dari sumber mata air di Dukuh Tugusari, RT 01/RW 07, Dusun Tiga, Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Sukoharjo ternyata sudah menjadi tradisi dari bagian masyarakat. 

Wilayah yang berbatasan dengan Wonogiri itu menjadi salah satu wilayah yang memiliki kesulitan dalam mengakses air di Sukoharjo

Dalam pengamatan TribunSolo.com, di wilayah itu hanya ada satu sumur yang berisi air di musim kemarau ini. 

Baca juga: Selamat Jalan Sapri Pantun : Kisah Tukang Gali Sumur yang Terkenal Berkat Jadi Pencuci Mobil Cagur

Baca juga: Baru Tahu Kan Banyak Sumur Raksasa di Bayat Klaten? Konon Ada Sejak Kolonial Belanda, Ini Potretnya

Meskipun demikian pihak warga setempat tidak mengalirkan air menggunakan pipa, namun masih mengambilnya secara manual menggunakan timba. 

Menurut kepala dusun setempat, Samitri (32) , warganya sudah biasa mengambil air dengan cara mengangsu, dan itu diikuti oleh semua kalangan baik tua maupun muda. 

"Kalau orang tua biasanya dipikul dengan ember, adapun yang muda seperti saya dengan motor lalu diisi melalui galon," katanya pada Minggu (6/6/2021). 

Baca juga: Baru Tahu Kan Banyak Sumur Raksasa di Bayat Klaten? Konon Ada Sejak Kolonial Belanda, Ini Potretnya

"Seiring perkembangan zaman cara mengangsu sudah mulai berubah juga, tidak hanya dengan ember tapi juga galon dan jerigen," imbuhnya. 

Dirinya mengungkapkan bahwa di wilayahnya memang biasa mengalami krisis air terutama di musim kemarau. 

"Kalau dari bulan Mei hingga Agustus, itu sering terjadi krisis air," ungkapnya. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved