Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Nongkrong Sambil Mabuk Ciu di Solo, Komunitas Motor Disuruh Dorong Motor ke Polresta Solo 

Puluhan anggota komunitas sepeda motor Kota Solo terjaring razia knalpot dan miras di Jalan Fajar Indah Utama.

istimewa
Anggota Komunitas Sepeda Motor terjaring razia knalpot Polretas Solo, Sabtu (6/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Puluhan anggota komunitas sepeda motor Kota Solo terjaring razia knalpot dan miras di Jalan Fajar Indah Utama.

Sebanyak 22 pemuda itu terjaring Tim Sparta Polresta Solo saat asik nongkrong dan minum minuman keras (miras) sekitar pukul 23.45 WIB, Sabtu (05/06/2021).

Karena bikin resah warga sekitar, puluhan pemuda itu digiring ke Mako Polresta Solo dan disanksi mendorong motor sejauh 2 kilometer.

Baca juga: Hanya Ingin Terlihat Keren, Bocil Kelas 6 SD Ini Nekat Maling Motor di Barbershop Semarang

Baca juga: Sungguh Tidak Tahu Diri, Rampas Motor Milik Kekasih Gelap Untuk Nafkahi Istri

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak melalui Kasat Samapta Kompol Sutoyo mengatakan, sepeda motor yang digunakan komunitas ini menggunakan knalpot brong.

"Sebanyak 22 unit sepeda motor semuanya menggunakan knalpot brong, selain itu juga ditemukan minuman keras jenis ciu kluthuk sebanyak 1 botol," jelasnya kepada Tribusolo.com, Minggu (6/6/2021).

Sutoyo menambahkan, dua orang pemuda dari kelompok komunitas tersebut terbukti membawa miras.

"Pemuda itu berinisial AF (22) warga Gondangrejo, Karanganyar dan IM (20) warga Ngemplak, Boyolali," jelasnya.

Baca juga: Terungkap, Motif Pembonceng Motor Telanjang Sambil Naik Motor di Klaten : Kalah Taruhan Sepak Bola

Selanjutnya, untuk sepeda motor diamankan dan diserahkan ke Satlantas Polresta Solo.

Untuk diproses sesuai prosedur dan dua orang pemuda yang membawa miras kita proses sesuai Tipiring.

"Mencegah kegiatan berulang, masyarakat bisa menghubungi Call Center Sparta seperti tadi malam," tegasnya.

Konvoi Kelulusan Sukoharjo

Sedikitnya sepuluh pelajar SMK yang tengah merayakan kelulusan terjaring razia oleh jajaran Polsek Sukoharjo Kota, Kamis (3/6/2021).

Nampak pelajar tersebut tengah euforia merayakan kelulusan.

Seragam sekolah mereka telah dicorat-coret. Bahkan, ada pelajar yang konvoi menggunakan motor dengan knalpot brong.

Baca juga: Konvoi Kelulusan SMK di Trangsan Sukoharjo, Suara Knalpot Ganggu Warga: Polisi Langsung Patroli

Baca juga: Jelang Momen Kelulusan SMP di Solo Besok, Gibran Ingatkan Siswa Tidak Konvoi: Nekat Kami Tindak

Kapolsek Sukoharjo AKP Gerry Armando mengatakan, mereka diamankan dari berbagai tempat di Kecamatan Sukoharjo.

"Mereka yang kami amankan, kita berikan arahan dan pembinaan," katanya.

Para siswa itu kemudian digelandang ke Mapolsek Sukoharjo untuk didata.

Baca juga: Geng Motor di Serang Konvoi Keliling Kota Bawa Senjata, Diduga Ingin Balas Dendam

Dari sepuluh pelajar yang diamankan, merupakan siswa SMK dari sekolah yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

Setelah itu, orangtua para siswa dipanggil untuk memberikan nasihat kepada anaknya.

"Mereka yang melanggar aturan lalu lintas, seperti tidak memiliki SIM, tidak menggunakan helm, dan lainnya kita kenakan sanksi tilang," jelasnya.

Selanjutnya, para pelajar yang diamankan dikembalikan lagi kepada orang tuannya.

Siswa Konvoi Lulusan di Solo

Budaya corat-coret seragam dan konvoi masih dilakukan sejumlah pelajar jelang kelulusan SMA di Kota Solo, Kamis (3/6/2021).

Di antaranya terlihat dari puluhan pelajar yang diamankan polisi.

Baca juga: Konvoi Kelulusan SMA Nyari Tempat Dingin di Tawangmangu, Puluhan Pelajar Berurusan dengan Polisi

Bahkan polisi tidak hanya mengamankan orangnya, tetapi menyita seragam yang dicoret-coret, pilok hingga ponsel untuk koordinasi konvoi.

Ada yang menuliskan kata-kata tak pantas hingga sindiran.

Seperti 'Bangsat Terhormat' dan 'Bandung Bondowoso Sing Bangun 1.000 Candi di-PHP, Opo Meneh Aku'.

Puluhan pelajar SMA di Kota Solo terjaring razia saat lalukan perayaan kelulusan dengan konvoi dan corat-coret seragam di Mapolresta, Kamis (3/6/2021).
Puluhan pelajar SMA di Kota Solo terjaring razia saat lalukan perayaan kelulusan dengan konvoi dan corat-coret seragam di Mapolresta, Kamis (3/6/2021). (TribunSolo.com/Fristin Intan)

Mereka nekat konvoi, padahal sudah ada larangan perayaan kelulusan dari Pemkot, namun tak di gubris oleh para pelajar.

Dari pantauan di lapangan, puluhan pelajar SMA saat lakukan konvoi dan coret-coret seragam digiring ke Polresta Solo.

Mereka tampak dijajar di halaman Mapolresta yang berada di Jalan Adi Sucipto.

Adapun sebagian tak mengenakan masker saat terjaring razia.

Selama dikumpulkan mereka hanya menunduk, sementara pilok, ponsel hingga seragam yang dicoret-coret diminta dilepas.

Baca juga: Konvoi Kelulusan SMK di Trangsan Sukoharjo, Suara Knalpot Ganggu Warga: Polisi Langsung Patroli

Baca juga: Polemik Panjang Bupati Alor : Damprat Risma, PDIP Cabut Dukungan, Kini Sekda Minta Tonton Video Utuh

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan puluhan pelajar SMA diamankan setelah adanya laporan masyarakat.

"Dari call center Polresta Solo di jalan sekitar Banyuanyar, Banjarsari adanya pelajar yang melalukan aksi konvoi arak-arakan yang menggangu masyarakat," jelas Ade.

Ia menambahkan saat pihak kepolisian datang ke lokasi, 27 pelajar tersebut sedang mencoret seragam dan akan lakukan aksi konvoi.

"Kita lalukan penindakan pelangaran lalu lintas (penilangan) dan pada pandemi ini dilarang membuat kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa," tegas Ade.

Diamankan pula 26 sepeda motor, yang dikendarai pelajar tersebut dan selanjutnya dilakukan penilangan.

Selajutnya langsung dilakukan pemanggilan orangtua dari puluhan siswa.

"Wajib sungkem dan meminta maaf kepada orangtuanya," kata Ade.

Tindakan ini dilakukan Polresta Solo untuk memberikan efek jera dan pelajaran lebih bijak dalam bertindak ketika masih berusia remaja.

Baca juga: Konvoi Kelulusan SMK di Trangsan Sukoharjo, Suara Knalpot Ganggu Warga: Polisi Langsung Patroli

Baca juga: Saat Angkie Yudistia Si Staf Khusus Jokowi Temui Wali Kota Gibran di Solo, Bawa Pesan dari Presiden?

Saat sungkem para siswa terlihat menangis.

Raut wajah sedih juga terlihat dari orangtua 27 pelajar tersebut.

Mereka menangis saat anaknya sungkem.

"Biar ada efek jera bagi mereka," terang Ade. 

Konvoi di Gawok

Aksi konvoi kelulusan SMK di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak mengganggu warga.

Aksi tersebut terjadi menjelang petang.

Pengendara motor yang memakai sragam  penuh coretan bahkan melintas di jalan kampung.

Mereka juga membleyer motor yang mengakibatkan suara bising dari knalpot.

Baca juga: Hari Ini Pengumuman Kelulusan SMK di Karanganyar, Siswa Konvoi Bakal Disanksi: Polisi Siap Awasi

Baca juga: Viral di Klaten, Pria Telanjang Bulat Konvoi di Atas Motor, Padahal Banyak Pengendara Melintas

Menurut warga setempat, Ryanto (30), aksi sejumlah pelajar itu sangat menganggu warga.

"Mereka membleyer-bleyer knalpot dan lewat jalan kampung. Sangat mengganggu," ujarnya. 

Rombongan itu melintas di kawasan Desa Trangsan sekira pukul 17.00 WIB. 

"Itu kan waktu orang istirahat sehabis kerja, apalagi mereka mainkan gas motor. Jadi sangat meresahkan," ujarnya. 

Baca juga: Wali Kota Solo Larang Konvoi Pasca Pilkada, Bagi yang Melanggar Akan Ada Sanksi

Terpisah, Kapolsek Gatak Iptu Aris Joko Narimo mengatakan, pihaknya telah melakukan tindakan pencegahan.

"Kami telah melakukan tindakan preventif, dengan memberikan sosialisasi dan edukasi di SMK yang ada di Gatak," ujarnya. 

Selain itu, pihaknya juga telah mengerahkan anggota, untuk mencegah para pelajar itu melakukan konvoi yang berpotensi melanggar protokol kesehatan.

"Dari pantauan di lapangan, masih berjalan aman, dan kondusif," ujarnya. 

Anggota Polsek Gatak juga sudah melakukan patroli ketika ada kabar para siswa SMK menggelar konvoi di Desa Trangsan, Gatak.

Konvoi di Karanganyar juga Diawasi Polisi

Pengumuman kelulusan siswa kelas XII SMK di Karanganyar akan dilakukan, Kamis (3/6/2021).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Tengah, Suratno menuturkan, pengumuman akan dilaksanakan secara daring. 

"Kami melaksanakan pengumuman secara daring, baik siswa maupun para orang tua tidak diperkenankan untuk hadir ke sekolah," katanya. 

Baca juga: Jelang Momen Kelulusan SMP di Solo Besok, Gibran Ingatkan Siswa Tidak Konvoi: Nekat Kami Tindak

Baca juga: Nasib EO Bikin Pesta Kelulusan Mirip Diskotek di Wilayah Kantor Bupati, Terancam 7 Tahun Penjara

Pelaksanaan pengumuman akan dimulai sejak pukul 16.00 WIB. 

"Nanti kami beri patokan untuk mulai pada pukul 16.00 WIB, adapun selebihnya kami berikan kebebasan kepada sekolah masing-masing," terangnya. 

"Nantinya akan ada yang mulai pukul 17.00 WIB, pukul 19.00 WIB juga ada," jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, bahwa sistem pengumuman daring ini demi mencegah terjadinya kerumunan saat pelaksanaan pengumuman. 

Baca juga: 3 Fakta Dibalik Foto Viral Siswa-siswi SMA di Riau Rayakan Kelulusan, Pelaku Meminta Maaf via Medsos

Oleh karenanya Suratno juga meminta agar tidak ada konvoi bagi siswa setelah pengumuman kelulusan dilakukan. 

"Kami sudah koordinasi dengan kepolisian dalam pengawasan siswa, bila ada pelanggaran maka sanksi bisa dijatuhkan," tegasnya. 

"Namun saya juga minta perhatian besar dari pihak sekolah dan keluarga di rumah agar mengawasi putra putrinya dengan ketat," terangnya.

Jelang Kelulusan di Solo

Pengumuman kelulusan siswa SMP di Solo akan dilakukan besok, Jumat (4/6/2021).

Berkaitan dengan momen ini, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menghimbau agar siswa tidak melakukan konvoi.

Dia mengatakan, euforia kelulusan seperti corat-coret dan konvoi sudah tidak relevan lagi di zaman sekarang ini.

Baca juga: Potret Bahagia Gading Marten dan Gisella Anastasia Kompak Dampingi Gempita di Hari Kelulusan TK

Baca juga: El Rumi Semringah Dapat Hadiah Kelulusan, Irwan Mussry Beri Pesan Ini untuk Anak Sambungnya

"Tidak perlu terjerumus kepada euforia, apalagi kita masih pandemi," kata Gibran kepada TribunSolo.com, Kamis (3/6/2021).

Gibran meminta siswa tidak berlebihan dalam menyikapi kelulusan ini.

"Ya kalau ada nanti langsung dibubarkan nanti kami tindak," tambahnya.

Orang tua juga diharapkan bisa mengawasi putra putrinya agar tertib. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved