Berita Sragen Terbaru

Isi Surat Edaran Bupati Sragen Soal ASN dan Perangkat Desa Gelar Hajatan: Ini Tiga Poin Pentingnya

Bupati Sragen menerbitkan Surat Edaran (SE) soal aturan ASN dan perangkat desa yang menggelar hajatan. 

Tribunsolo.com/Rahmat Jiwandono
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat berkunjung ke kampung lampion Sarigunan, Sabtu (13/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Bupati Sragen menerbitkan Surat Edaran (SE) soal aturan ASN dan perangkat desa yang menggelar hajatan. 

SE ini buntut kasus seorang ASN yang nekat menggelar hajatan dan melanggar protokol kesehatan (Prokes) beberapa waktu lalu. 

Saat itu, puluhan tamu undangan saling berdesakan saat akan memasuki ruang resepsi. 

Surat Edaran Nomor 360/265/038/2021 kini resmi dikeluarkan Bupati Sragen. 

Baca juga: Buntut Kasus Corona Klaten Naik, Kapasitas Objek Wisata Diizinkan 30 Persen: Buka Sampai Jam 3 Sore

Baca juga: Tak Percaya Corona & Berani Ancam Bunuh Kapolsek di Klaten, Dua Pria Boyolali Lemas, Hanya Menunduk

SE tersebut mengatur kewajiban ASN dan perangkat desa/kelurahan untuk mematuhi proses dalam melaksanakan hajatan atau kegiatan lain dalam bentuk apapun di masa pandemi covid-19 di Kabupaten Sragen.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati tak melarang ASN dan perangkat desa untuk menggelar hajatan. 

"ASN boleh menggelar hajatan, tapi harus menjalankan protokol kesehatan," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Senin (7/6/2021). 

Namun, bagi ASN yang diketahui melanggar, maka sanksi pun tak segan menanti. 

Baca juga: Sebanyak 15 Pasien Corona Klaster Desa Pelemgadung Sragen Sembuh, Kini Pulang ke Rumah

"Pada saat tidak menjalankan protokol kesehatan kita akan lakukan punishment, karena ASN kan tokoh masyarakat, saya tidak ingin tebang pilih, karena ASN kan harus jadi contoh," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved