Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Sistem Banyumili di Karanganyar Diubah, Penyelenggara Nikahan Hanya Sajikan Nasi Box, Ini Alasannya

Pemerintah Kabupaten Karanganyar wacanakan mengubah sistem hajatan dari sistem bayumili menjadi nasi box.

Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Asep Abdullah Rowi
Istimewa
Ilustrasi nasi kotak. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, KARANGAYAR - Pemerintah Kabupaten Karanganyar wacanakan mengubah sistem hajatan dari sistem bayumili menjadi nasi box.

Mengingat klaster hajatan menjadi salah satu penyumbang kasus positif Covid-19 terbanyak di Bumi Intanpari.

Berdasarkan hasil sidak gabungan Satpol PP Karanganyar, BPBD Karanganyar, TNI dan Polri, juga menunjukan masih banyaknya masyarakat yang abaikan prokers.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan aturan tersebut masih dikaji.

Baca juga: Klaten Diamuk Corona, Gara-gara Warga Berkunjung ke Kudus yang Kini Jadi Episentrum Virus di Jateng

Baca juga: Donasi untuk Yadiraharjo, Ojol Korban Begal di Baki Sukoharjo Tembus Rp 101 Juta: Ada dari Selebgram

"Penyebab hajatan itu (penyebaran covid-19 tinggi) sebenarnya pada pemberian komsumsi tamu undangan," jelasnya kepada TribunSolo.com, Rabu (9/6/2021).

Juliyatmono mengatakan fakta di lapangan menjurus pada proses kegiatan makan dan minum saat hajatan.

"Semua bermasker tertib, bagus, jaraknya sudah bisa dikendalikan, tapi pada saat dia membuka masker kala minum dan makan ini berpotensi penularan," jelasnya.

Untuk itu, wanaca ini mengedukasi masyarakat untuk merubah sistem pemberian dan pembagian konsumsi hajatan.

"Sangat mungkin akan kita rubah pakai kardus (nasi kotak) saja, tidak perlu ada minum dan makanan di situ," tegasnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved