Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Firasat Keluarga Arum, Korban Kecelakaan Maut Wonogiri, Ibunda Kirim Pesan Tak Kunjung Dibalas

Keluarga korban kecelakaan maut di Jalan Raya Solo-Wonogiri tepatnya di Selogiri, Wonogiri, Arum Sri Adiyati (27) memiliki firasat. 

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Istimewa
Kabar lelayu dan mobil yang dikemudikan Arum usai kcelakaan dahsyat dengan truk pengangkut ikan terjadi di Jalan Raya Wonogiri-Sukoharjo, Kecamatan Selogiri, Kamis (10/6/2021) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI- Keluarga korban kecelakaan maut di Jalan Raya Solo-Wonogiri tepatnya di Selogiri, Wonogiri, Arum Sri Adiyati (27) memiliki firasat. 

Paman Korban, Parmanto (46) mengatakan, Ibunda Arum mengirim pesan sejak Rabu (9/6/2021) namun tak kunjung dibalas. 

Ternyata, ada kabar yang sampai ke rumah bahwa Arum mengalami kecelakaan. 

Baca juga: Terungkap, Ternyata Honda City yang Dibawa Pemandu Lagu Kecelakaan di Wonogiri Mobil Pinjaman

Baca juga: Kecelakaan Maut Honda City Vs Truk Wonogiri: Pemandu Lagu Tewas, Kini Sopir Truk Diamankan Polisi 

"Ibunya kirim pesan tidak kunjung dibalas," papar dia. 

Sementara, soal kecelakaan tersebut keluarga juga baru dikabari pukul 06.00 WIB. 

Sementara, kejadian kecelakaan pada pukul 04.20 WIB. 

"Saya jadi perwakilan keluarga untuk mengurus jenazah," jelas Parmanto.

Baca juga: Innalillahi, Sopir Honda City yang Kecelakaan di Wonogiri Meninggal, Dia Warga Nguter Masih 27 Tahun

Arum sendiri merupakan anak kedua dari dua bersaudara. 

Sang kakak kini bekerja di perusahaan pelayaran. 

Ayahnya telah tiada dan ibunya dalam kondisi sakit-sakitan. 

"Kabarnya sang kakak sudah perjalanan menuju rumah," terangnya. 

Kini jenazah Arum telah dimakamkan di rumahnya di Dusun/Desa/Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

Sopir Truk Diamankan Polisi

Polisi mengamankan sopir truk pengangkut ikan nopol H 9149 AA, Purwo Setyo (42). 

Seperti diketahui, truk tersebut terlibat kecelakaan dengan mobil Honda City nopol K 8171 AF yang dikemudikan oleh pemandu lagu, Arum Sri Adiyati warga Nguter, Sukoharjo.

Sopir Honda City, Arum Sri Adiyati dinyatakan meninggal dunia. 

Baca juga: Korban Kecelakaan Honda City Vs Truk di Wonogiri Merupakan Pemandu Lagu, Disebut Baru Pulang Kerja

Baca juga: Petaka Kembali di Sambungmacan Sragen, Kini Kecelakaan Truk Tangki Pertamina Vs Bus Sumber Selamat

Sementara, sopir truk Purwo Setyo (42) diamankan oleh polisi. 

Kanit Laka Satlantas Polres Wonogiri, Ipda Broto Suwarno mengatakan, Purwo saat kejadian kecelakaan membawa ikan dari Trenggalek menuju Semarang.

"Truk dalam kondisi kosong, karena semuanya sudah diletakkan di Trenggalek," jelasnya. 

Terkait kejadian ini, Purwo mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan. 

Baca juga: Pelajar 14 Tahun di Cianjur Tewas Di Selokan, Alami Kecelakaan saat Berboncengan dengan Teman

"Saat ini dia (sopir truk) diamankan di Mapolres Wonogiri untuk pemeriksaan," kata dia. 

Saat ditanya soal apakah Sopir Honda City dalam pengaruh alkohol saat mengemudi, Polisi belum bisa memberikan jawaban secara pasti. 

"Untuk sementara belum ada informasi tersebut, yang ada korban meninggal di RSUD Wonogiri," ungkapnya.

Dirinya mengimbau kepada setiap pengendara untuk selalu berhati-hati bila melintas di jalan raya dan selalu mengutamakan keselamatan. 

"Selalu kedepankan tata tertib berlalu lintas, dan taati protokol kesehatan," tegasnya.

Sempat Melaju Zig-zag

Honda City yang terlibat kecelakaan maut dengan truk pengangkut ikan disebut sempat melaju dengan zig-zag di Jalan Raya Wonogiri-Sukoharjo, Kamis (10/6/2021).

Mobil itu dikendarai pemandu lagu asal Kecamatan Nguter Arum Sri Adiyati (27) yang dinyatakan tewas dalam kecelakaan di sekitar Taman Tugu Pusaka, Kecamatan Selogiri.

Dari keterangan yang dihimpun TribunSolo.com kecelakaan disebabkan oleh kelalaian korban yang keluar dari jalur marka sehingga menabrak truk yang datang dari Wonogiri.

Sejumlah saksi di sekitar lokasi menyatakan bahwa korban menyetir dalam kondisi zig-zag setelah lampu merah.

Sehingga sempat berhembus kabar diindikasikan pengaruh alkohol.

Baca juga: Nasib Arum, Pemandu Lagu Asal Nguter Tewas Tabrakan dengan Truk di Wonogiri, Mobilnya Pun Hancur

Baca juga: Sengketa Lahan Sriwedari, Pemkot Kalah Gugatan di Pengadilan Negeri Solo, Siapkan Langkah Banding?

Menurut seorang saksi lokasi, Sulastri (69) kejadian tersebut saat dirinya saat hendak melaksanakan shalat subuh.

"Tiba-tiba sudah ada suara yang cukup menggelegar pagi-pagi," katanya kepada TribunSolo.com.

"Kemudian saya cek dan benar adanya bahwa itu kecelakaan," terangnya.

Namun karena keadaan cukup sepi pertolongan dan evakuasi baru diberikan setelah jam 07.00 pagi.

"Karena suasana sangatlah sepi, pertolongan baru datang ketika menjelang siang," terangnya.

Dari keterangannya posisi mobil saat itu yang salah karena keluar dari garis marka.

"Mobil Honda City dari Sukoharjo dan truk dari Wonogiri, namun mobil itu keluar jalur," ungkapnya.

Dirinya juga menunjukkan pecahan spare part yang tersisa di rumahnya.

"Ini sisa spare part yang pecah dan masih belum dibersihkan," ungkapnya.

"Polisi juga membuat beberapa garis dari bekas ban," tunjuknya.

Dirinya juga menunjukkan pagar sekolah SDN Tekaran yang roboh akibat tabrakan kedua kendaraan tersebut.

Perwakilan keluarga, Parmanto (46) mengungkapkan bahwa dari hasil visum tidak ada dugaan yang mengarahkan kepada alkohol.

"Tadi saya ke RSUD Wonogiri dokter tidak memberi pernyataan terkait alkohol tersebut," katanya.

"Tadi visum dilakukan pada pukul 08.30 WIB dan kemudian tiba di rumah duka pukul 09.30," jelasnya.

Parmanto juga mengungkapkan bahwa saat itu korban baru saja pulang dari kerja di Solo Baru.

"Kosnya berada di Wonogiri dan kerjanya di Solo Baru," ujarnya.

Tewas di Lokasi

Pemandu lagu Solo Baru asal Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo tewas dalam kecelakaan di Jalan Raya Sukoharjo-Wonogiri.

Peristiwa nahas yang dialami Arum Sri Adiyati (27)pada Kamis (10/6/2021) pagi itu terjadi di sekitar Taman Tugu Pusaka, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Menurut pamanya Parmanto (46), korban berprofesi sebagai salah satu pemandu lagu di salah satu karaoke di Solo Baru.

"Dia bekerja di pemandu lagu cukup lama di Solo Baru," katanya.

Parmanto mengungkapkan bahwa saat itu korban sedang dalam perjalanan pulang ke kosnya yang berada di Wonogiri.

Baca juga: Innalillahi, Sopir Honda City yang Kecelakaan di Wonogiri Meninggal, Dia Warga Nguter Masih 27 Tahun

Baca juga: Ini Kondisi Sedan yang Remuk & Truk Terpental, hingga Hantam Tembok SDN 1 Tekaran Selogiri Wonogiri

"Dia pulang kerja mau kembali ke kos yang ada di Wonogiri," terangnya.

Sosoknya juga dikenal jarang kembali ke rumah dan hanya momentum tertentu dia kembali.

"Jarang pulang ke rumah, terakhir Lebaran dia pulang," ujarnya.

Kini korban disemayamkan di rumah duka di Dusun Nguter, RT 01 RW 07, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupayen Sukoharjo.

Dalam pengamatan TribunSolo.com terlihat rekan seprofesinya yang hadir dalam prosesi layat di rumah duka.

Termasuk warga sekitar yang mempepersiapkan pemakaman pada pukul 13.00 WIB.

Dinyatakan Meninggal Dunia

Sebelumnya, pengemudi Honda City yang terlibat kecelakaan dengan truk pengangkut ikan di Jalan Raya Wonogiri-Sukoharjo meninggal dunia.

Dia adalah Arum Sri Idayati (27), warga Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.

Kades Nguter, Gandung Toni Hartono membenarkan korban kecelakaan di sekitar Taman Tugu Pusaka, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri merupakan warganya.

"Njih leres (iya benar)," kata dia kepada TribunSolo.com, Kamis (10/6/2021).

"Korban langsung dibawa RSUD Wonogiri setelah kecelakaan," jelasnya singkat.

Baca juga: Ini Kondisi Sedan yang Remuk & Truk Terpental, hingga Hantam Tembok SDN 1 Tekaran Selogiri Wonogiri

Baca juga: BREAKING NEWS : Kecelakaan Mobil Vs Truk di Selogiri, Sedan Remuk, Dikabarkan 1 Orang Meninggal

Sebelumnya, kecelakaan sedan Honda City dengan truk pengangkut ikan terjadi di sekitar Taman Tugu Pusaka, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri pagi hari.

Dari informasi di lapangan, akibat dari itu membuat salah satu pengendara dikabarkan meninggal dunia.

Bahkan saking kerasnya tabrakan, membuat sedan remuk dan rusak parah pada bagian kanan pengemudi alias sopir.

Sementara truk dengan muatan sejumlah drum air berisi ikan sampai terpental ke trotoar menabrak pohon hingga roboh.

Tak berhenti, truk menabrak pagar hingga nyangkut dalam kondisi 'temangsang' di SDN 1 Tekaran Gunungwijil, Desa Gemantar.

Kanit Laka Satlantas Polres Wonogiri, Ipda Broto Suwarno membenarkan atas kecelakaan maut tersebut yang terjadi pagi hari.

Hanya saja dia belum bisa memberikan keterangan mendalam kejadian itu. 

"Anggota masih olah TKP," kata Broto kepada TribunSolo.com.

Kecelakaan di Sambungmacan

Sehari sebelumnya, ada kecelakaan kembali terjadi di Jalan Raya Sragen-Ngawi Km 12, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.

Kini, kecelakaan melibatkan bus Sumber Selamat bernopol W-7107-UZ dengan truk tangki Pertamina AG-9338 -UV, pada Rabu (9/6/2021) pukul 22.30 WIB.

Hanya saja belum ada kabar, apakah saat itu bus membawa puluhan penumpang atau tidak.

Kanit Laka Lantas Polres Sragen, Ipda Irwan Marviyanto mengatakan kecelakaan terjadi saat bus dan truk tangki sama-sama berjalan dari arah timur ke barat.

"Posisi bus Sumber Selamat berada di depan truk tangki Pertamina, setelah mendekati lokasi kejadian, bus tiba-tiba berhenti," kata dia kepada TribunSolo.com, Kamis (10/6/2021).

Baca juga: Ingat Sumber Selamat Tabrak Motor di Sragen yang Bikin Pensiunan PNS Meninggal? Ini Nasib Sopir Bus

Baca juga: Daftar Identitas 3 Korban Kecelakaan Maut di Sambungmacan Sragen, 1 Masih Balita

Ipda Irwan meneranglan, bus Sumber Selamat yang berhenti mendadak itu karena ada pengaspalan jalan di jalur lintas tersebut.

"Diduga pengemudi truk tangki Pertamina kurang konsentrasi dalam berkendara, dan jarak terlanjur dekat," aku dia.

"Maka pengemudi truk tangki Pertamina tidak dapat menguasai laju kendaraannya, dan menabrak bus Sumber Selamat di depannya," jelasnya.

Meskipun mengalami bentutan keras, atas kejadian tersebut, tak ada korban jiwa dan tidak menyebabkan kejadian yang lebih parah.

Mengingat kerusakan pada kedua kendaraan hanya terbilang ringan.

"Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan kali ini," ungkap dia. 

Kecelakaan Maut

Sebelumnya, ada dua mobil yang mengalami kecelakaan sehingga membuat 3 orang tewas di Kabupaten Sragen, Rabu (26/5/2021) malam.

Kecelakaan maut terjadi di tengah libur Waisak di Jalan Raya Solo-Ngawi tepatnya di Desa Tunjungan, Kecamatan Sambungmacan pukul 18.20 WIB.

Adu banteng terjadi antara satu unit mobil Daihatsu Xenia, bernopol AD-9251-TN dengan mobil Mazda Double Cabin bernopol AD-1941-QN.

Kanit Laka Lantas Polres Sragen, Ipda Irwan Marviyanto mengatakan kecelakaan terjadi karena pengemudi mobil Mazda mengemudikan kendarannya terlalu kanan.

Akibatnya mobil tersebut keluar batas jalan.

Baca juga: Viral Akad Nikah di Sukoharjo Mempelai Nyanyi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Begini Ceritanya

Baca juga: BREAKING NEWS : Kecelakaan Maut di Sambungmacan Sragen, 3 Orang Tewas Seketika, Alami Luka Parah

"Menjelang kejadian, pengemudi mobil Mazda yang berjalan dari arah barat menuju timur, berjalan terlalu ke kanan," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

Irwan menyebutkan, karena jarak dengan pengemudi mobil Daihatsu terlalu dekat, maka diduga pengemudi tidak dapat menguasai kendaraannya.

"Karena jarak dengan mobil Daihatsu sudah dekat, pengemudi tidak dapat menguasai laju kendarannya, akhirnya berbenturan, dan terjadilah laka," terangnya.

Dia menambahkan, korban terdiri dari 3 orang meninggal dunia, dan 3 orang lainnya mengalami luka ringan.

Diketahui, korban terdiri dari seorang pra, satu orang perempuan, dan satu usia anak.

Tiga Orang Tewas

Sebelumnya, Kecelakaan maut terjadi di tengah libur Waisak di Jalan Raya Solo-Ngawi tepatnya di Desa Tunjungan, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Rabu (26/5/2021) malam.

Berdasarkan data yang dihimpun TribunSolo.com, kecelakaan melibatkan 2 mobil yang mengalami adu banteng, sekira pukul 18.20 WIB dalam kondisi rusak parah.

Keduanya yakni mobil Daihatsu Xenia bernopol AD-9251-TN dengan mobil Mazda Double Cabin bernopol AD-1941-QN. 

Ada belasan orang luka-luka dan 3 di antaranya tewas seketika saat tregedi kecelakaan.

Saat itu korban langsung dibawa ke RSUD Sragen yang tidak jauh dari lokasi.

Baca juga: Nasib Pria Sragen, Depresi karena Sakit & Diceraikan Istri, Nekat Akhiri Hidup Terlindas Kereta Api

Baca juga: Kronologi Klaster Desa Pelemgadung Sragen, Satu Warga Meninggal karena Covid-19: Puskesmas Tracing

Kabar meninggal dunia dibenarkan petugas kamar jenazah RSUD Sragen, Dedi.

"Iya benar, saat ini berada sudah dibawa ke kamar jenazah RSUD Sragen," ujarnya kepada TribunSolo.com.

Mereka yang tewas diketahui mengalami luka parah sangat serius akibat kecelakaan tersebut.

"Iya, kondisinya luka parah," tambahnya.

Kanit Laka Lantas Polres Sragen, Ipda Irwan Marviyanto mengatakan identitas korban belum diketahui.

"Saya masih mengumpulkan data-data, untuk identitasnya belum diketahui," ungkapnya.  (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved