Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Imbas Klaster Lamaran di Sragen, 2 RT di Desa Brangkal Gemolong Bakal Swab Test Massal Besok

Sebanyak 2 RT di Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Sragen akan ikut swab test massal besok, Jumat (11/6/2021). 

TribunSolo.com/Rahmat Jiwandono
Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi menunjukkan kartu nama yang berisi nomor Whatsapp Centre, Senin (8/2/2021). 

Beredar Pesan di WA

Sebuah pesan berantai tersebar di aplikasi WhatsApp (WA), terkait penolakan pemakaman jenazah sesuai prosedur Covid-19. 

Dalam pesan tersebut menyebutkan, jika anggota keluarga pasien menolak jenazah dimakamkan dengan prosedur Covid-19.

Padahal, jenazah tersebut dinyatakan meninggal positif corona di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo.

Baca juga: Kasus Corona di Boyolali Bertambah: Ruang Isolasi RS Hampir Penuh, Bupati Said Sebut Terkendali

Baca juga: Kasus Corona Sukoharjo Bertambah, Hari Ini Tercatat 5 Orang Positif: Dinkes Ingatkan Prokes

Berikut isi pesannya:

Mohon bantuan bagi tman2 driver ambulans gratis, bila ada permintaan antar jenazah dari SU Kasih Ibu ke wilayah Kecmatan Gemolong, mohon konfirmasi ke RS apakah jenazah terdiagnosis Covid atau bukan. Laporan pihak RS Keluarga ada yang menolak protokol pemusalarahan jenazah C-19 dan meminta bantuan ambulan gratis untuk membawa. Jangan sampai berurusan dengan kepolisian karena sudah diberikan peringatan. Nuwun

Saat dikonfirmasi, Manajer Humas RS Kasih Ibu, Solo, dr. Divan Fernandes melalui pesan whatsapp membenarkan peristiwa tersebut. 

"Iya benar. Kemarin dari Sragen sempat ada yang menolak dimakamkan dengan prtokol kesehatan," kata dia, Kamis (3/6/2021).

Divan mengatakan, keluarga pasien tersebut bahkan nekat membawa pulang anggota keluarganya yang meninggal itu. 

Baca juga: Razia Swab Antigen Dadakan di Alun-Alun Kidul Semalam, Gibran Sebut Gerak Cepat Antisipasi Corona

"Karena menolak melalui prosedur protokol kesehatan, (jenazah) dibawa sendiri oleh keluarganya," ujarnya. 

Jenazah tersebut diketahui seorang wanita berusia 55 tahun warga Gemolong, Sragen.

Wanita tersebut memang terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga harus dimakamkan menggunakan protokol yang telah diatur.

"Tapi info yang saya dapat terakhir, akhirnya almarhum tetap dimakamkan dengan protokol pemakanan jenazah," pungkasnya.

Klaster Pelemgadung Sembuh

Sebanyak 15 pasien Covid-19 dari klaster Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, kini telah kembali pulang ke rumah. 

Mereka selama dinyatakan positif melakukan isolasi mandiri di Technopark Sragen. 

Kepala Puskesmas Karangmalang, dr. Harris Almacca mengatakan, pasien tersebut telah selesai menjalani isolasi mandiri. 

Baca juga: Kronologi Klaster Desa Pelemgadung Sragen, Satu Warga Meninggal karena Covid-19: Puskesmas Tracing

Baca juga: Razia Swab Antigen Dadakan di Alun-Alun Kidul Semalam, Gibran Sebut Gerak Cepat Antisipasi Corona

"Selesai isolasi pada tanggal 27 Mei lalu, semua sudah kembali pulang, tracing juga sudah ditutup," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (1/6/2021). 

Warga sekitar, setelah ada kasus klaster tersebut meminta untuk diprioritaskan pemberian vaksin. 

"ya kita usahakan, sekarang masih pendataan," tambahnya. 

Baca juga: Muncul Klaster Desa Pelemgadung Sragen: 19 Orang Positif Corona, 4 Meninggal Dunia

"Pelaksanaannya masih belum tahu, masih menghitung vaksin yang tersedia juga," ujarnya. 

Meski begitu, vaksinasi masih diprioritaskan untuk lansia. 

"Seperti kesepakatan pada rapat lintas sektor, kita musti sosialisasi sebelum pelaksanaan vaksin, agar antusias tetap terjaga," pungkasnya. (*)

Penulis: Septiana Ayu Lestari
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved