Breaking News:

Sidang Pledoi, Habib Rizieq Beberkan Isi Telepon dengan Wiranto: Siapa yang Khianati Kesepakatan?

Dalam pembacaan pledoi, Habib Rizieq buka rahasia, selama dirinya berada di Tarim Yaman dan Arab Saudi tahun 2017. Salah satunya telepon Wiranto.

Repro/Kompas TV
Eks Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto (tengah) didampingi Eks Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab (kiri) dan Bachtiar Nasir (kanan) serta sejumlah pengurus FPI dan GNPF MUI menggelar jumpa pers usai pertemuan mereka di rumah dinas Menkopolhukam, Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017). 

TRIBUNSOLO.COM -- Habib Rizieq membuat pengakuan mengejutkan saat sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan.

Kasus dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab (HRS) itu kini bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021).

Hari ini adalah agenda pembacaan pledoi Habib Rizieq.

Dalam pembacaan pledoi, Habib Rizieq Shihab membuka rahasia, selama dirinya berada di Tarim Yaman dan Arab Saudi tahun 2017.

Baca juga: 6 Poin Pembelaan Habib Rizieq dalam Kasus Swab Tes Palsu, Mengaku sebagai Korban Intelijen Hitam

Baca juga: Benda Kecil yang Dibawa Habib Rizieq saat Sidang Pembacaan Tuntutan jadi Sorotan

Diungkapkannya, ia sempat menerima telepon dari Menko Polhukam Wiranto.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto saat silaturahmi dengan pegawai Kemenko Polhukam, Jakarta, Sabtu (19/10/2019).
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto saat silaturahmi dengan pegawai Kemenko Polhukam, Jakarta, Sabtu (19/10/2019). ((KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO))

Wiranto, lanjut Rizieq, saat itu meminta dirinya agar membuka pintu dialog dan rekonsiliasi dengan pemerintah.

"Kami sambut baik imbauan beliau tersebut, karena sejak semula justru itu yang kami harapkan," kata Rizieq saat membacakan pledoi kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021).

Rizieq menuturkan, satu bulan setelah menerima telepon itu, ia bertemu dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

Ia bercerita, saat itu bertemu dengan Budi Gunawan serta tim di salah satu hotel di Jeddah, Arab Saudi.

Menurut dia, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan yang sangat bagus.

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved