Breaking News:

Sempat Lumpuh Setelah Divaksin, Guru di Sukabumi Kini Sudah Bisa Berdiri: Kondisinya Terus Membaik

Susan Antela, guru yang sempat lumpuh setelah disuntik vaksin kini kondisinya sudah mulai membaik.

Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
Guru SMAN 1 Cisolok, Sukabumi bernama Susan Antela (31) lumpuh setelah divaksin. 

TRIBUNSOLO.COM - Masih ingat Susan Antela? guru di Sukabumi yang lumpuh setelah disuntik vaksin.

Diketahui, Susan Antela adalah warga Kampung Pasir Talaga RT 03/06, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kini kondisinya sudah berangsur membaik.

Hal ini diungkap oleh adik Susan Antela, Yayu (26), mengatakan kakaknya sudah bisa berdiri dan berbicara lantang. Penglihatannya sudah tak buram.

"Alhamdulillah, kondisinya terus membaik, sekarang sudah bisa berdiri sendiri tanpa dipegang, kuatlah 5 menit berdiri tanpa dipegang," kata Yayu.

Menurutnya, Susan Antela belum bisa berjalan

Baca juga: Cerita Ijang Terjebak di Lubang Sedalam 35 Meter Selama 3 Hari di Sukabumi, Sadar saat Azan Magrib

Baca juga: Jengkel Ditagih Utang, Mahasiswa di Sukabumi Bacok Temannya hingga Tewas, Kini Terancam Hukuman Mati

"Untuk melihatnya juga katanya burem-buremnya mulai agak tipis, cuma kontras warna belum pas. Jadi ngeliat yang warna coklat (jadi) krem gitu, jadi belum pas. Bicaranya sekarang juga udah lancar, alhamdulillah perbaikannya udah banyak dari awal sampai sekarang," kata Yayu via telepon.

Seorang guru di SMAN 1 Cisolok bernama Susan Antela (31) alami kebutaan seusai divaksin Covid-19.
Seorang guru di SMAN 1 Cisolok bernama Susan Antela (31) alami kebutaan seusai divaksin Covid-19. (Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin)

Menurutnya, Susan Antela sudah beberapa kali melakukan kontrol terapi ke dokter di RSUD Palabuhanratu dan saraf di RSUD Sekarwangi.

Ia mengatakan, dokter sangat mengapresiasi semangat Susan Antela untuk sembuh.

"Alhamdulillah setiap kontrol juga dokternya bilang bagus nih bu Susan semangat sembuhnya, selalu ada perbaikan katanya. Untuk kontrol ke sarafnya di Palabuhan, tetapi untuk terapi karena di Palabuhan gak ada dokter terapi jadi dokternya itu ada di Sekarwangi."

Halaman
12
Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved