Breaking News:

Sopir Kontainer Curhat ke Presiden Joko Widodo Soal Pungli, 12 Pelaku Langsung Dibekuk Polisi

Sejumlah sopir truk curhat kepada Presiden Joko Widodo soal adanya pungutan liar serta premanisme di pelabuhan.

Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres
Presiden Jokowi (tengah) menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah mendengar curhatan sopir truk di Tanjung Priok soal pungli, Kamis (10/6/2021). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Kamis (10/6/2021). 

Di sela-sela kunjungannya, Presiden Jokowi mendengar keluhan sopir kontainer di perbatasan Dermaga Jakarta International Container (DJIC) dan Terminal Peti Kemas Koja tentang adanya praktik pungutan liar (Pungli) dan premanisme. 

Baca juga: Ini Osama, Buaya di Uganda yang Sudah Memakan 80 Orang Selama 14 Tahun

Baca juga: Kalah Sengketa Soal Sriwedari, Gibran Dapat Masukan Rudy Hingga Jokowi : Sriwedari Milik Warga Solo

Presiden Jokowi pun langsung menelepon Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk menindaklanjutinya. 

Saat telepon tersambung, presiden langsung meminta Kapolri menyelesaikan masalah tersebut.

"Pak Kapolri selamat pagi," sapa Presiden.

"Siap, selamat pagi Bapak Presiden," jawab Kapolri di ujung telepon dikutip dari Sekretariat Presiden.

"Enggak, ini saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari para driver_kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar di Fortune, di NPCT 1, kemudian di Depo Dwipa. Pertama itu," jelas Presiden.

"Siap," jawab Kapolri.

"Yang kedua, juga kalau pas macet itu banyak driver yang dipalak preman-preman. Keluhan-keluhan ini tolong bisa diselesaikan. Itu saja Kapolri," ujar Presiden,

"Siap Bapak," jawab Kapolri.

Halaman
1234
Editor: Rahmat Jiwandono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved