Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Catat! Nikahan Dilarang hingga Night Market Ditutup Mulai 15-30 Juni,Imbas Corona Kudus Masuk Sragen

Imbas warganya terinfeksi Corona dari Kabupaten Kudus, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memperketat sejumlah aturan.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
geengraphy
Ilustrasi pernikahan 

Setelah dari Kudus, S kembali ke Klaten dan timbul gejala terkait dengan Covid-19.

"Tapi yang bersangkutan tetap berkomunikasi dengan warga yang lain."

Baca juga: Nasib Warga Simo : Cari Uang ke Kudus, Pulang ke Boyolali Positif Covid-19 & Tularkan ke Orang Lain

Baca juga: Heboh Virus Covid-19 Varian Baru B 1617 di Solo Raya, Begini Tanggapan Wali Kota Gibran 

"Bahkan dia sempat memimpin salat di suatu musala yang diikuti enam orang jemaah," papar Budi.

Walau sudah merasakan ada gejala, S tidak kunjung memeriksakan diri.

"Dia mungkin tidak tahu kalau sudah tertular virus corona. Itu pun sempat jadi imam saat salat ied lebaran kemarin," ungkapnya.

Menurutnya, setelah kondisi S mulai parah, dia langsung memeriksakan diri ke bidan setempat.

"Ternyata benar dia sudah terpapar Covid-19. Untuk itu klaster ini termasuk klaster pascalebaran karena ketahuannya usai lebaran," katanya.

Adapun mereka yang tertular sampai 46 warga, sehingga satu wilayah RT di Desa Tijayan terpaksa dilakukan karantina wilayah (lockdown).

Baca juga: Antisipasi Gelombang Pasien Covid-19 Asal Kudus, RS Darurat Benteng Vastenburg Solo Disiapkan

Baca juga: Lagi, 88 Pasien Covid-19 Asal Kudus Tiba di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Kini Tembus 304 Orang

"RT ini sudah dua kali lockdown karena terus ditemukan penularan Covid-19," kata dia.

Dijelaskan Budi, lockdown pertama dilakukan pada 28 Mei 2021.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved