Kompetisi Segera Bergulir, PT LIB Belajar soal Insiden Eriksen, Dokter Tim Dapat Tugas Khusus

PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyebut kasus Christian Eriksen menjadi pelajaran untuk pelaksanaan Liga 1 dan 2.

Editor: Ilham Oktafian
(AFP/FRIEDEMANN VOGEL)
Gelandang Denmark, Christian Eriksen, sadar kembali dan dalam kondisi stabil seusai sempat kolaps pada pertandingan kontra Finlandia di Euro 2020, 12 Juni 2020. 

TRIBUNSOLO.COM - Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno mengatakan, kasus serangan jantung yang dialami pemain tim nasional Denmark Christian Eriksen di Euro 2020 menjadi pelajaran untuk pelaksanaan Liga 1 dan 2.

"Kejadian Eriksen itu menjadi acuan dan pelajaran bagi kita," ujar Sudjarno di Kantor LIB, Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Sudjarno menilai pemain di Liga 1 dan Liga 2 harus memiliki pengetahuan soal pertolongan pertama saat ada pemain yang tiba-tiba tidak sadarkan diri di lapangan.

Saat Eriksen tak sadarkan diri di lapangan, Sudjarno mencontohkan, kapten Denmark Simon Kjaer dengan sigap menahan lidah sang gelandang klub Inter Milan agar tidak tertelan.

Baca juga: Robek Jala Persis Solo dengan Gol Cantik, Ilija Spasojevic : Jadi Modal Bagus ke Piala AFC

Baca juga: Liga 1 dan Liga 2 Bakal Bergulir Juli, PT LIB Pertimbangkan Adanya Penonton, tapi Tidak Sekarang

Dalam keadaan tidak sadar, lidah seseorang dapat tertelan dan menutup saluran napas.

Kjaer pun memberikan jalan dan keleluasaan bagi tim medis Denmark untuk melakukan resusitasi jantung paru (CPR) dengan segera. Berkat tindakan cepat itu, nyawa Eriksen dapat diselamatkan.

Baca juga: Sinyal Eriksen Kembali Merumput Menguat, Bintang Inter Bakal Dipasangi Alat Khusus Seperti Blind

Di Indonesia, kasus henti jantung di tengah pertandingan pernah dialami kiper Persela Choirul Huda. Sayangnya, tidak seperti Eriksen, Choirul Huda pada akhirnya meninggal dunia.

Berkaca dari peristiwa-peristiwa tersebut, LIB meminta semua dokter tim peserta Liga 1 dan 2 untuk membagikan wawasan pertolongan pertama kepada para pemain.

Sebelum itu dilakukan, LIB akan mengadakan lokakarya medis (medical workshop) kepada para tenaga kesehatan klub.

"Dokter tim harus memberikan pemahaman tentang hal tersebut kepada pemain. Dalam waktu dekat kami juga akan membicarakan soal ini dengan APPI," kata Sudjarno.

Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) menyatakan bahwa kasus Eriksen mengingatkan pentingnya pemahaman pemain dan semua elemen sepak bola tentang pertolongan pertama seperti CPR.

"Ini satu pelajaran bagi seluruh pesepak bola dunia termasuk Indonesia. Kejadian yang menimpa Eriksen menjadi pembelajaran bagaimana memberikan pertolongan pertama apabila ada rekan yang mengalami cedera di tengah lapangan," tutur Presiden Komite Eksekuitf APPI Firman Utina.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Eriksen Jadi Acuan dan Pelajaran bagi Pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved