Tiga Remaja di Korea Utara Dihukum 10 Tahun Kerja Paksa, Karena Kepergok Nonton Drakor Penthouse

Tiga remaja asal Korea Utara dijatuhi hukuman 10 tahun kerja paksa karena kepergok menonton drama korea Penthouse

Freepik
Bendera Korea Utara 

TRIBUNSOLO.COM - Nasib malang menimpa tiga remaja asal Korea Utara.

Mereka kedapatan menonton drama koraa (drakor), meski negara Korea Utara telah memberikan larangan.

Dilansir dari Daily NK, ada 3 (tiga) remaja yang terdiri dari 1 laki-laki dan 2 perempuan tertangkap sedang menonton drakor di Stadion Pyeongseong, pada Kamis (3/6/2021).

Ketiga remaja itupun harus melewati sidang dan dijatuhi hukuman 10-12 tahun kerja paksa pada Jumat (11/6/2021).

Selama persidangan berlangsung, ditemukan bukti sekitar 30 film, drama Korea Selatan dan musik video yang tersimpan dalam memori (USB atau kartu SD).

Dari sudut pandang pihak berwenang Korea Utara, kejadian ini merupakan pelanggaran terhadap “Undang-Undang Penolakan Ideologi dan Budaya Reaksioner” yang diberlakukan pada akhir tahun lalu.

Dalam foto yang dirilis pemerintahan Korea Utara, Kim Jong Un hadir dalam pertemuan politbiro Partai Buruh di Pyongyang pada Selasa, 29 Desember 2020. Kim disebut bakal menggelar kongres partai berkuasa itu pada Januari.
Dalam foto yang dirilis pemerintahan Korea Utara, Kim Jong Un hadir dalam pertemuan politbiro Partai Buruh di Pyongyang pada Selasa, 29 Desember 2020. Kim disebut bakal menggelar kongres partai berkuasa itu pada Januari. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

Peraturan tersebut telah diberlakukan sejak Desember tahun lalu.

Dalam undang-undang tersebut juga menyebutkan adanya hukuman mati maksimum bagi mereka yang menyebarkan konten video di luar Korea, Amerika Serikat, dan Jepang, serta hukuman hingga 15 tahun penjara. reformasi melalui tenaga kerja bagi mereka yang terlibat.

Mendengar berita tersebut, Knetz merasa iba melihat hukuman yang jauh lebih berat dan kejam daripada hukuman yang diterima pengguna narkoba di negara mereka.

“10 tahun kerja paksa hanya untuk menyaksikan sebuah drama? Tidak ada lika liku dan plot twist yang lebih besar dari ini?,” tulis salah satu Knetz.

“Aku tidak percaya mereka belum melakukan kudeta,” timpal Knetz lainnya.

“Aku merasa kasihan dengan mereka,” komentar Knetz lainnya.

Sebelumnya, Kim Jong Un juga menyebut K-Pop sebagai penyakit ganas dalam perang budaya baru.

Seabb, musi film dan drama Korea Selatan bisa meracuni anak-anak muda Korea Utara.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved