Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Warga Desa Kuwiran Boyolali Kaya Raya, Terdampak Proyek Tol Solo - Jogja: Total Ganti Rugi Rp 165 M

Sebanyak 175 bidang tanah milik warga Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali mendapat uang ganti rugi (UGR) proyek Tol Solo - Jogja.

TribunSolo.com/Azhfar Muhammad
Ilustrasi: Replika tandem roller atau setum yang dibuat Untung di sawahnya yang terdampak Tol Jogja-Solo di Dukuh Jetis RT 12 RW 05, Desa Gatak, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Sabtu (17/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Sebanyak 175 bidang tanah milik warga Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali mendapat uang ganti rugi (UGR) dari proyek Tol Solo - Jogja.  

Total uang ganti rugi untuk 175 bidang tanah di desa tersebut mencapai Rp 165 Miliar. 

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Solo-Jogja, Christian Nugroho mengatakan, pencairan uang ganti rugi di Desa Kuwiran sudah mencapai 70 persen.

Baca juga: Iis Dahlia Curhat Ditolak Devano saat Ajak Duet, Maia Estianty Malah Meledek: Makanya Jangan Nyinyir

Baca juga: Kata BPN Klaten, Ada Warga Protes Harga Tanaman dan Tanah yang Terdampak Proyek Tol Solo-Jogja 

"Sampai saat ini, pencairan ganti rugi lahan yang terdampak di Desa Kuwiran sekitar 175 bidang," kata Christian, kepada TribunSolo.com, Minggu (20/6/2021).

Christian mengatakan, jumlah dana yang sudah dikeluarkan untuk ganti rugi 175 bidang tanah milik warga Kuwiran mencapai total Rp 165 miliar.

Jumlah total lahan di Desa Kuwiran yang terdampak Proyek Tol Solo-Jogja ada sekitar 217 bidang dengan total sekitar 17,8 hektar.

Baca juga: Kecelakaan Tol Solo - Semarang, Truk Muatan Rokok Sundul Truk Muatan Tiang Beton, Bodi Depan Ringsek

" Saat ini 30 persen atau sekitar 42 bidang di Desa Kuwiran masih menunggu pencairan," ucap Christian.

Sementara itu, untuk lahan terdampak Tol Solo - Jogja lainnya, yakni di Desa Sambon, Banyudono, masih menunggu pencairan uang ganti rugi. 

"Untuk Desa Batan, Desa Jembungan, di Kecamatan Banyudono dan Desa Guwokajen, Desa Bendosari, Desa Jatirejo, Desa Kateguhan di Kecamatan Sawit, masih dalam tahap musyawarah," pungkas Christian. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved