Breaking News:

Di Balik Rotasi Timnas Italia : Mancini Punya Pengalaman Pahit, Tak Ingin Menimpa Anak Asuhnya

Piala Dunia 1990 terasa hampa bagi Mancini mengingat ia tak berkontribusi apa pun dalam keberhasilan Italia mencapai semifinal.

Editor: Ilham Oktafian
(AFP/ FRANCK FIFE)
Ekspresi pelatih Italia, Roberto Mancini, setelah timnya dikalahkan Prancis dalam laga persahabatan di Stadion Allianz Riviera, Nice, Prancis pada 1 Juni 2018. 

TRIBUNSOLO.COM - Kebijakan rotasi yang dilakukan pelatih timnas Italia, Roberto Mancini, di Euro 2020 memunculkan sebuah rekor.

Raihan sejumlah rekor gemilang memang mengiringi langkah Italia menuju babak 16 besar Euro 2020.

Italia melangkah ke fase gugur sebagai juara Grup A Euro 2020 dengan bekal 9 poin yang bersumber dari kemenangan atas Turki (3-0), Swiss (3-0), dan Wales (1-0).

Kiprah sempurna di fase grup Euro 2020 memastikan Italia asuhan Roberto Mancini kini tak terkalahkan dalam 30 laga secara beruntun.

Jika hanya menilik 11 laga terakhir, performa Italia kian cemerlang lantaran mereka selalu menang, mencetak 32 gol, dan 0 kebobolan!

Catatan penting lain adalah Mancini telah memberikan kesempatan bermain kepada 25 dari 26 penghuni skuadnya di Euro 2020.

Rotasi besar-besaran memang dilakukan Mancini di laga terakhir Grup A kontra Wales, Minggu (20/6/2021).

Sang pelatih asal Bologna itu memberikan debut tampil di Euro 2020 kepada Alessandro Bastoni, Emerson Palmieri, Marco Verratti, Gaetano Castrovilli, Giacomo Raspadori, dan bahkan kiper pelapis, Salvatore Sirigu.

Sirigu dimasukkan Mancini pada menit ke-89 duel melawan Wales guna menggantikan Gianluigi Donnarumma.

Baca juga: Hitung-hitungan Fase Gugur Euro 2020, Italia Berpeluang Bertemu Tim Legenda AC Milan

Artinya, kini hanya ada satu pemain di skuad Italia yang belum diberi kesempatan merumput oleh Mancini, yakni kiper milik Napoli, Alex Meret.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved