Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Update PPDB SMA Sragen : Bisa Manfaatkan Jalur Zona Khusus, Simak Aturannya

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA di Kabupaten Sragen di hari ke-3, Rabu (23/6/2021)  berlaku aturan jalur zona khusus. 

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Aji Bramastra
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Foto ilustrasi PPDB online di Sragen, Rabu (16/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA di Kabupaten Sragen di hari ke-3, Rabu (23/6/2021)  terdapat tambahan aturan, yakni jalur zona khusus. 

Jalur zona khusus ditujukan bagi calon peserta didik, berdomisili di Kecamatan yang tidak memiliki SMA atau SMK Negeri.

Baca juga: Jadwal dan Cara Daftar PPDB SMP Kota Solo 2021 : Dibuka Mulai 23 - 25 Juni 2021, Simak Aturannya

Bagi peserta didik yang berdomisili di Kecamatan yang termasuk zona khusus, dapat mendaftar ke sekolah yang telah ditunjuk. 

Ketua PPDB SMA Negeri 1 Sragen, Endang Sri mengatakan tambahan aturan tersebut, mutlak ditentukan oleh panitia PPDB Provinsi. 

"(Jalur) zona khusus itu yang menentukan adalah panitia provinsi, khusus di 8 kecamatan," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (23/6/2021). 

"Yang namanya zona khusus, di kecamatan tersebut tidak ada SMA atau SMK negeri, kalau disitu ada salah satunya, tidak dihitung zona khusus," tambahnya. 

Khusus SMA Negeri 1 Sragen, dapat menerima peserta didik yang berasal dari Kecamatan Masaran. 

Sedangkan, zona khusus untuk SMA N 2 Sragen untuk Kecamatan Sidoharjo, SMA N 3 Sragen untuk Kecamatan Karangmalang, SMAN 1 Sambungmacan untuk Kecamatan Ngrampal. 

Menurut Endang, pembagian tersebut telah ditentukan oleh panitia PPDB Jawa Tengah. 

"Pembagian zona khusus sudah ditentukan oleh sistem PPDB Provinsi, itu bukan dari sekolah yang menunjuk, sudah dari sana," jelasnya. 

Untuk pembagian kuota penerimaan, diambil 10 persen dari total 55 persen jalur zonasi atau reguler. 

"Kan zona khusus masuk zonasi, dari 55 persen itu zona khususnya 10 persen, jadi otomatis menggeser yang zonasi," terangnya. 

Menurutnya, kebijakan PPDB yang berubah-ubah diluar kendali masing-masing sekolah. 

"Kalau PPDB sistemnya regulasi, jadinya selalu berubah-ubah, kita hanya pelaksana saja," kata Endang. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved