Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Gegara Pelat Besi Underpass Makamhaji Rusak Lagi, Lalu Lintas Macet: Kendaraan Mengular

Pelat besi di Underpass Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo kembali rusak. Selain jalan yang kembali berlubang pelat besi penutup selokan rusak.

Penulis: Agil Tri | Editor: Ryantono Puji Santoso
Istimewa/Relawan Target/Jayadi
Pelat besi di Underpass Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo kembali rusak. 

Jalan Mangesti Raya macet parah karena menjadi jalur alternatif dampak penutupan Underpass Makamhaji di Kecamatan Kartasura, Sukoharjo.

Tingginya volume kendaraan yang melintas, membuat atus lalulintas yang akan melintasi perlintasan kereta api (KA) Mayang macet parah.

Baca juga: Resmi Dilantik Jadi Ketua Golkar Karanganyar, Ilyas Akbar Tancap Gas, Target 17 Kursi di Pileg 2024

Baca juga: Petani Sukoharjo Sedih, Harga Gabah Anjlok, Modal Tanam Tak Kembali: Dihargai Rp 3500 Per Kg

Hal ini membuat sejumlah pengguna jalan naik darah, karena arus lalulintas macet parah, hingga mengular 1 Kilometer.

"Kami warga sini kan kasian, kalau gak diatur arus lalu lintas malah jadi lumpuh," kata dia kepada TribunSolo.com, Jumat (19/3/2021).

Namun seringkali dia mendapatkan teguran atau dimarahi pengguna jalan, karena tak memprioritaskan kendaraannya untuk lewat.

"Yang marah-marah banyak, tapi saya ya biasa saja. Kita di sini niatnya membantu," ucapnya.

Dia mengatakan, pernah arus lalulintas dibiarkan tidak diatur oleh warga dan relawan.

Hasilnya, kendaraan di perlintasan KA Mayang saling mengunci karena tidak mau mengalah. Hingga arus lalulintas menjadi lumpuh.

"Kalau ini kita biarkan, dan kemacetan terjadi di tengah perlintasan kan bahaya sekali," ujarnya.

Dia berharap, para pengguna jalan yang hendak melintasi perlintasan KA Mayang bisa lebih bersabar.

Sebab, selain padatnya arus lalulintas, kemacetan juga terjadi karena perlintasan KA setiap 10-15 ditutup karena ada KA yang melintas.

Macet Parah

Dampak perbaikan di Underpass Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo berimbas pada jalan alternatif.

Dari pantauan TribunSolo.com, kemacetan parah terjadi di Jalan Mangesti Raya pada perlintasan Kereta Api di Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jumat (19/3/2021).

Nampak kemacetan parah terjadi dari arah sisi timur (Baki) menuju barat (Gatak) dan dari arah utara (Kartasura) menuju ke selatan (Gatak).

Baca juga: Underpass Makam Haji Sering Rusak, Siapa Harus Perbaiki? Ternyata Bukan Wewenang Pemkab Sukoharjo

Baca juga: Didesak Perlintasan KA Kalijambe Dibuka, Kapolres Sragen : Pembangunan Underpass Bisa Jadi Opsi

Kendaraan mengular hingga sekitar 1 Kilometer.

Kendaraan yang terjebak macet didominasi kendaraan pribadi, dan kendaraan barang seperti Truk dan Pikap.

Menurut keterangan warga setempat, Sartono (53), kemacetan ini sudah terjadi sejak kemarin, atau saat Underpass Makamhaji ditutup.

"Puncak kemacetan biasanya mulai dari siang, sekira jam 14.00 WIB," ucapnya.

"Kalau kemarin itu, sekira pukul 20.00 WIB, sudah agak landai," imbuhnya.

Ia mengatakan, warga setempat termasuk dirinya berinisiatif mengatur arus lalu lintas, untuk mengurai kemacetan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Truk Fuso Muatan Kardus Terguling di Underpass Makamhaji, Tutup Separuh Jalan

"Kalau kemarin itu, ada relawan juga yang membantu. Tapi hari ini cuma warga saja," jelasnya.

Pasalnya, jika arus lalulintas tak diatur, maka kendaraan tidak akan mengalah dan membuat kemacetan kian parah.

"Sebenarnya disini arus lalulintasnya biasa saja, cuma karena ada perbaikan Underpass Makamhaji jadi macet," jelasnya.

"Ya mudah-mudahan, perbaikan di Underpass Makamhaji bisa segera selesai dan arus lalulintas normal lagi," harapnya.

Selain di perlintasan kereta api Mayang, jalur alternatif juga ada di perlintasan kereta api Gatak, dan Purwosari.

Alasan Aspal Sering Rusak

Kerusakan jalan di Underpass Makamhaji di Kecamatan Kartasura, Sukoharjo disebabkan oleh beberapa faktor.

Menurut pengamatan dari Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, tingginya arus lalu lintas di Underpass Makamhaji menjadi faktor utama.

Ditambah, beberapa waktu lalu, Underpass Makamhaji menjadi jalan alternatif, imbas dari proyek pembangunan Flyover Purwosari, Solo.

Baca juga: Rencana Pemkab Sukoharjo, Kendaraan Berat Dilarang Melintas di Underpass Makamhaji Kartasura

Baca juga: Kecele Jalan Underpass Makamhaji  Ditutup karena Perbaikan, Banyak Kendaraan Putar Balik

"Beban lalu lintas disana itu terlalu tinggi, dengan banyaknya kendaraan berat yang melintas," kata Kepala DPUPR Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo, Kamis (18/3/2021).

Selain itu, kondisi tanah di Underpass Makamhaji juga sering basah.

Hal ini membuat aspal di Underpas Makamhaji sering rusak meski sudah berkali-kali ditambal.

"Disana itu ada sumber air, yang membuat air keluar terus menerus," jelasnya.

Sejumlah langkah dilakukan agar pengguna jalan tetap aman berkendara saat melintasi Underpass Makamhaji.

Baca juga: Truk Fuso Terguling di Underpass Makamhaji Sukoharjo, Arus Lalulintas Dialihkan dari Tugu Lilin

Salah satunya dengan mengganti penutup saluran air, yang sering kali lepas meski sudah sering diperbaiki.

"Kemarin yang digunakan itu plat gril baja. Kalau ini yang digunakan baja tempa," ujarnya.

"Diprediksi akan lebih kuat lagi," imbuhnya.

Selain itu, wacana kendaraan berat dilarang melintas di Underpass Makamhaji juga diharapkan mengurangi dampak kerusakan di jalan tersebut.

Kendaraan Berat Dilarang

Aturan baru bakal diterapkan bagi kendaraan berat yang akan melintas di Underpass Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo.

Dinas Perhubungan (Dishub) akan melarang kendaraan berat seperti truk untuk melintas di Underpass Makamhaji, Kartasura.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengatakan, pembatasan kendaraan yang melintas ini untuk menjaga kondisi jalan.

Baca juga: Kecele Jalan Underpass Makamhaji  Ditutup karena Perbaikan, Banyak Kendaraan Putar Balik

Baca juga: Kronologi dan Penyebab Truk Terguling di Underpass Makamhaji: Sopir Panik Lalu Banting Stir

"Ada pembataan kedaraan yang melintas, untuk menjaga kondisi jalan, Jadi harap dimaklumi," ucapnya, Kamis (18/3/2021).

Rencananya, kendaraan berat dari arah selatan tetap akan diarahkan ke jalan Dlopo, hingga keluar di Jalan Solo-Yogyakarta.

Sementara dari arah utara, kendaraan akan disekat dari Kartasura, untuk tetap melintasi jalan Ahmad Yani.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sri Buntoro mengatakan, rencana ini akan dikoordinasikan terlebih dahulu.

"Kami koordinasikan juga dengan Kabupaten Klaten, dan Kota Solo, untuk jalan alternatifnya," jelasnya.

Baca juga: Underpass Makamhaji Sempat Macet Pagi Hari, Warga Anggap Wajar karena Proyek Flyover Purwosari

Toni menjelaskan, selain alasan untuk menjaga kondisi jalan di Underpass Makamhaji tetap awet, pembatasan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Sebab, seringkali truk yang melintas di Underpass Makamhaji ini sebagai biangkerok kemacetan.

Selain itu, bila ada kendaraan berat yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Underpass Makamhaji, evakuasi memerlukan waktu yang cukup lama.

Hal ini membuat, arus lalu lintas di Underpass Makamhaji menjadi tersendat.

Kecele Jalan Ditutup

Jalan Underpass Makamhaji di Kecamatan Kartasura, Sukoharjo ditutup total, Kamis (18/3/2021).

Penutupan dilakukan adanya perbaikan gorong-gorong dengan mengganti besi penutup jalan di lokasi tersebut.

Menurut Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sri Buntoro, penutupan jalan dilakukan dari Tugu Lilin di sebelah timur dan di simpang tiga Makam Pracimaloyo di sisi barat.

Baca juga: Underpass Makam Haji Sering Rusak, Siapa Harus Perbaiki? Ternyata Bukan Wewenang Pemkab Sukoharjo

Baca juga: Truk Fuso Terguling di Underpass Makamhaji Sukoharjo, Arus Lalulintas Dialihkan dari Tugu Lilin

"Pengerjaan ini diperkirakan akan selesai dalam 24 jam," kata dia.

"Jadi kemungkinan kita hanya menutup satu hari saja, dan besok pagi bisa dilalui dengan normal," imbuhnya.

Meski sudah ada penutupan jalan dan sosialisasi, namun banyak kendaraan yang terpaksa putar balik karena tidak bisa melintasi Underpass Makamhaji.

Kendaraan yang didominasi mobil itu keluar dari jalan gank.

Baca juga: Saluran Underpass Makamhaji Sering Jebol, Kades Sebut Kerusakan Langsung Dilaporkan

Sesampainya di Underpass Makamhaji mereka putar balik mencari jalan alternatif lainnya.

Sehingga mereka terpaksa melintasi jalan Slamet Riyadi Solo untuk bisa melintas rel.

Jalan lain yakni melewati persimpangan rel kereta api di Mayang, Kecamatan Gatak.

"Untuk kendaraan berat, seperti truk sudah kita lakukan pengalihan di Jalan Dlopo di Desa Kadilangu, Baki," terangnya.

Kendaraan berat itu dialihkan melintasi jalan Dlopo, hingga nanti akan keluar di Jalan Solo-Yogyakarta.

Sebelumnya, untuk kesekian kalinya, penutup saluran air di Underpass Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo kembali diperbaiki, Kamis (18/3/2021).

Besi penutup saluran di Underpass Makamhaji diganti dengan yang baru.

Baca juga: Kronologi dan Penyebab Truk Terguling di Underpass Makamhaji: Sopir Panik Lalu Banting Stir

Sebelumnya, besi penutup saluran di Underpass Makamhaji memang sering lepas, sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani meninjau langsung perbaikan.

"Banyak masukan ke kami terkait kerusakan jalan ini (Underpass Makamhaji)," kata Bupati. 

"Ini jalan umum dan jangan sampai ada korban, sehingga kami tindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan DPUPR dan Dishub bersama Dirjen Perkertaapian," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Etik pun menyampaikan, perbaikan underpass ini mestinya bukan menjadi kewenangan Pemkab Sukoharjo

Etik mengatakan, Underpass Makamhaji ini sebetulnya menjadi kewenangan Dirjen Perkeretaapian.

Sehingga dalam perbaikan ini, seluruhnya ditanggung oleh Dirjen Perkeretaapian.

"Jalan ini milik Dirjen Perkeretaapian, tapi masyarakat tahunya ini kewenangan Pemkab Sukoharjo," jelasnya.

Kendati demikian, Pemkab Sukoharjo masih dalam upaya untuk pengambilan tanggungjawab jalan Underpass Makamhaji ini.

"Kalau soal serahterima, kami lihat perkembangan dulu, karena disini masih perlu perawatan yang luar biasa," ucapnya.

Etik menyebut, sering rusaknya jalan di Underpass Makamhaji ini karena kondisi jalan yang tidak pernah kering.

Banyak resapan air yang membuat kondisi jalan mudah rusak.

Dia berharap, kedepannya Dirjen Perkeretaapian terus memantau kondisi jalan di Underpass Makamhaji ini.

"Perawatan ini disini perlu koordinasi lanjutan, kami minta ke Dirjen Perkeretaapian untuk selalu dipantau kondisi jalannya," tandasnya.

Sering Jebol

Underpass Makamhaji, di Kecamatan Kartasura, Sukoharjo tidak pernah lepas dari perhatian.

Setelah sebelumnya jalan di Underpass Makamhaji sering rusak, dan bahkan pernah terjadi banjir.

Kini, penutup saluran di Underpass Makamhaji sering jebol.

Sempat Ada Perbaikan, Kini Berkas Kedua Bapaslon di Wonogiri Lengkap, KPU Segera Verifikasi Ulang

5 Tanda Kulit Kepala Kering yang Bisa Sebabkan Masalah Rambut : Kusam hingga Rontok

Penutup saluran yang terbuat dari besi itu sering copot, hingga membuat jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan.

Sempat beredar kabar jika penutup jalan tersebut hilang dicuri orang.

Namun kabar tersebut dibantah oleh Kepala Desa Makamhaji, Agus Purwanto.

"Kalau sering rusak iya, tapi besi penutupnya dicuri itu enggak," katanya saat dihubungi TribunSolo.com, Jumat (18/9/2020).

Dia menuturkan, jalur di Underpass Makamhaji sangat ramai dan sering dilalui kendaraan berat seperti truk.

"Jadi itu kan cuma besi, kalau sering dilewati truk besar terus, lama-lama juga rusak lagi," jelasnya.

Dia menuturkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo sering melakukan perbaikan pada penutup saluran tersebut.

Seperti halnya yang dilakukan pagi tadi, yang berimbas pada terganggunya arus lalu lintas.

"Tadi ada perbaikan lagi, cukup lama, dan sempat terjadi kemacetan," ucap dia.

"Tapi ada petugas kepolisian dan Dishub yang melakukan pengaturan arus lalu lintas, sehingga bisa diatasi," imbuhnya.

Terkait dengan sering rusaknya jalur di Underpass Makamhaji itu, dia mengatakan, dari Pemdes sediri selalu melaporkan jika terjadi kerusakan ke dinas terkait.

"Disana juga ada petugasnya yang menjaga pompa, jadi kalau ada kerusakan, langsung dilaporkan," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved