Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Kisah Petugas Pemakaman Jenazah Terinfeksi Covid-19 di Wonogiri, Susuri Sungai Bopong Peti 140 Kg

Petugas di Kabupaten Wonogiri, Fajar Aminnudin tak menyangka akan melalui rintangan berat saat memakamkan jenazah Covid-19.

Penulis: Agil Tri | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Dok Relawan Wonogiri
Petugas di Kabupaten Wonogiri, Fajar Aminnudin tak menyangka akan melalui rintangan berat saat memakamkan jenazah Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Petugas di Kabupaten Wonogiri, Fajar Aminnudin tak menyangka akan melalui rintangan berat saat memakamkan jenazah Covid-19.

Pemakaman seorang jenazah Covid-19 di Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri menjadi salah satu pemakaman yang tak terlupakan.

Pasalnya, medan yang sulit menuju ke pemakaman harus dilalui petugas dengan membopong jenazah seberat 140 kg.

"Saat itu kamu baru saja melakukan pemakaman di Desa Jepara, Kecamatan Jatipurno. Dan kami langsung diminta ke Mojopuro karena tidak ada personel lagi," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Cerita Kapten Warsidin dan Buaya Kesayangannya di Sragen : 20 Tahun Bersama, Kini Harus Berpisah

Baca juga: Kagetnya Warga Sukodono Sragen, Buka Jendela Pagi-pagi,Tetangganya yang Sudah Tua Tewas Gantung Diri

Sesampainya di desa tersebut, ia kaget harus memakamkan jenazah di penakaman yang berada di luar kampung.

Pasalnya, di desa tersebut ada pemakaman umum.

"Itu dari pihak desa dan keluarga meminta dimakamkan di sana. Usut punya usut, yang meninggal ini masih ada trah dengan Kasunanan Surakarta, jadi dimakamkan di makam keluarga," ujarnya.

Kekhawatiran Fajar muncul saat harus menyebrang sungai.

Sebab, jenazah Covid-19 sebisa mungkin tidak terkena air untuk mencegah terjadinya infeksi.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved