Berita Solo Terbaru

Butuh Plasma Konvalesen? Simak Prosedur Permintaannya ke PMI : Harus Ada Surat dari Rumah Sakit

Permintaan plasma konvalesen di Kota Solo semakin tinggi beberapa waktu ini di tengah meroketnya Corona.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Adi Surya
Masyarakat yang mendonorkan plasma darah konvalesen di Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Permintaan plasma konvalesen di Kota Solo semakin tinggi beberapa waktu ini di tengah meroketnya Corona.

Permintaannya bisa lebih dari 100 per hari.

Itu membuat PMI sedikit kewalahan pasalnya stok plasma konvelesen masih minim.

Kondisi itu tidak ditampik CEO PMI Kota Solo, Sumartono Hadinoto saat dihubungi TribunSolo.com.

Baca juga: Ini Ketentuan Seorang Penerima Transfusi bila Ingin Donor Plasma Konvalesen : Tunggu 6 Bulan 

Baca juga: Dorong Penyintas Donor Plasma Konvalesen, Menteri Muhadjir : Percepat Penyembuhan Pasien Covid-19

"Keadaan plasma konvalesen memang sulit sekali. Dua minggu terakhir ini (rerata) permintaannya bisa di atas 100 kadang di atas 150 per harinya," kata dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (26/6/2021).

"Jumlah pendonor perharinya lebih kurang 10 penyintas Covid-19," tambahnya.

Kondisi tersebut membuat pasien yang membutuhkan plasma kovalesen harus menunggu lebih kurang 1 sampai 2 pekan.

Namun, bila pasien ingin segera mendapatkan plasma kovalesen, ia bisa meminta pendonor datang ke PMI.

Begini Caranya :

1. Pasien Covid-19 harus mendapat rekomendasi dari dokter untuk mendapatkan transfusi plasma kovalesen,

2. Bila ada rekomendasi, rumah sakit di mana pasien Covid-19 dirawat akan mengeluarkan surat permintaan transfusi.

Itu dilengkapi dengan nama pasien, golongan darah, dan Rhesus pasien.

3. Surat itu kemudian akan dikirimkan ke PMI untuk diantrikan. Namun, bila pasien Covid-19 sudah mendapat pendonor.

Surat itu bisa dibawa pendonor ke PMI, sehingga ia bisa melakukan prosedur pengecekan sebelum transfusi plasma konvalesen.

Baca juga: Nasib Kades di Grobogan yang Joget Bareng Biduan saat Pandemi, Akui Spontan dan Kini Minta Maaf

Baca juga: Kamu Warga Solo Tapi Belum Divaksin? Yuk Daftar Vaksinasi Gratis pada 5-15 Juli 2021, Ini Linknya

Selain itu, pendonor juga harus memenuhi beberapa syarat. Penyintas Covid-19 menjadi satu diantaranya.

"Syaratnya diantaranya berat badan (minimal) 55 kilogram, usia pendonor 18 tahun hingga sebelum 60 tahun," terang Sumartono.

"Kemudian sudah sembuh dua minggu setelah Covid-19 atau dua minggu setelah mendapatkan vaksin dosis kedua atau bila sembuh menggunkan plasma, maka tiga bulan setelahnya," tambahnya.

4. Bila melewati prosedur, pendonor kemudian melakukan pengambilan plasma kovalesen.

Bila sudah selesai, plasma kovalesen akan dikirimkan ke pasien Covid-19 oleh petugas.

Mempercepat Penyembuhan

Pencanangan gerakan donor plasma konvalesen yang digaungkan Wakil Presiden Ma'aruf Amin dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Ia mengatakan, donor plasma konvalesen ini untuk mempercepat penyembuhan pasien Covid-19. 

Donor plasma konvalesen ini dilakukan oleh para penyitas Covid-19. 

"Untuk mempercepat penyembuhan pasien Covid-19," jelas Muhadjir, Jumat (29/1/2021). 

Muhadjir menjelaskan, donor plasma ini bisa sebagai bentuk rasa syukur para penyitas Covid-19 yang sembuh dan bisa membantu para pasien Covid-19 yang masih terpapar. 

"Saya Selain meninjau vaksinasi juga akan melihat proses transfusi plasma," papar dia. 

"Apakah program ini berjalan atau tidak di Solo," tambahnya.

Antre Plasma Konvalesen

Sebelumnya, sebanyak 152 pasien sembuh atau penyintas Covid-19 telah mendonorkan plasma konvalesen di PMI Cabang Kota Surakarta. 

Wakil Ketua Organisasi PMI Kota Solo, M Farid Sunarto mengatakan, jumlah tersebut sudah melayani 284 kolf plasma konvalesen.

"Satu kantung bisa dibagi dua, kemudian jumlah pasien Covid-19 telah terlayani sebanyak 144 pasien," kata Farid, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Update Corona Klaten 17 Januari 2021:102 Orang Positif, Satgas Ingatkan Protokol Kesehatan

Baca juga: Bantu Penyembuhan Pasien Covid-19, PMI Solo Kini Bisa Layani Donor Plasma Konvalesen

Meski begitu, jumlah pasien Covid-19 yang belum terlayani tidak sedikit. 

Masih ada setidaknya 51 pasien Covid-19 yang belum terlayani atau masih mengantri donor plasma kovalesen. 

"Mereka masih dalam antrean terdiri golongan A sebanyak 11 orang, golongan B sebanyak 19 orang, golongan O sebanyak 11 orang, golongan AB sebanyak 10 orang," tutur Farid. 

Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Farid mengatakan dibutuhkan gotong royong semua pihak, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. 

Itu kaitannya dengan sinkronisasi data penyintas Covid-19 yang meliputi nama dan alamat. 

"Itu agar kita bisa menjangkau data pasien itu dari rumah ke rumah," kata dia. 

Baca juga: Ponpes di Colomadu Jadi Klaster Corona, 8 Santri Positif & 20 Santri Reaktif saat Rapid Test Massal

Selain itu, Farid menyampaikan PMI Cabang Kota Solo juga akan melakukan edukasi terhadap para penyintas Covid-19.

"Kami memberikan wawasan bahwa penyintas Covid-19 bukan sebuah aib. Sekarang waktunya bergotong royong membantu sesama," ucap dia.  

"Itu karena efektifitas plasma kovalesen membantu penyembuhan pasien dengan meningkatkan antibodi," tambahnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved