Virus Corona

Masyarakat Zona Merah Diimbau Ganti Salat Jumat dengan Salat Zuhur di Rumah, Begini Isi Fatwa MUI

Anwar Abbas mengimbau masyarakat khususnya laki-laki Muslim di zona merah mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur di rumah. Ini fatwanya:

Editor: Hanang Yuwono
Tribun Timur/Sanovra Jr
ILUSTRASI Salat Berjamaah di Masjid. MUI Mengimbau Umat Muslim di zona merah mengganti salat jumat dengan salat zuhur di rumah. Ini fatwanya. 

TRIBUNSOLO.COM - Di tengah melonjaknya kasus harian Covid-19 di sejumlah daerah Indonesia, Majelis Ulama Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak salat jumat di masjid terlebih dahulu.

Apalagi untuk Umat Muslim yang tinggal di zona merah Covid-19.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI),  Anwar Abbas.

Anwar Abbas mengimbau masyarakat khususnya laki-laki Muslim di zona merah mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur di rumah.

Baca juga: Waspada, Ini Rentetan Gejala Baru pada Pasien Covid-19 Varian Delta, Salah Satunya Sakit Kepala

Baca juga: Tak Berkerumun, Vaksinasi Covid-19 HUT Bhayangkara di Kecamatan Bulu Sukoharjo Berlangsung Tertib

Bukan tanpa alasan, menurut Anwar, hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah di beberapa daerah zona merah dan fatwa-fatwa MUI terkait Covid-19.

Selain salat Jumat di zona merah, dirinya juga mengajak salat berjamaah di masjid atau musala untuk sementara waktu dilaksanakan di rumah.

“Berdasarkan fatwa-fatwa yang dikeluarkan, MUI meminta masyarakat tidak melaksanakan shalat Jumat dan shalat berjamaah di daerah terkategori zona merah," ujar Anwar yang dikutip dari laman MUI, Sabtu (26/6/2021).

Dirinya mengatakan zona merah adalah daerah yang masuk kategori penyebaran Covid-19 masif.

Beberapa daerah belakangan ini mulai masuk zona merah seiring dengan melonjaknya peningkatan pasien Covid-19.

Menurutnya,ajakan untuk sementara waktu tidak melaksanakan shalat berjamaah di luar rumah ini sejalan dengan Alquran dan hadist.

Inti ajaran agama Islam juga mewajibkan umatnya menjaga diri, orang lain, dan keluarga dari segala bentuk hal yang membinasakan.

“Umat Islam tidak boleh melangsungkan kegiatan yang mencelakai diri sendiri dan orang lain," kata Anwar.

"Saat ini banyak sekali orang yang statusnya tanpa gejala (OTG), secara fisik sehat, namun di dalam dirinya terpapar Covid-19. Akan sangat berbahaya apabila ada yang berkontak dengan OTG karena memungkinkan terpapar," tambah Anwar.

Anwar mendukung kebijakan beberapa pimpinan daerah yang melarang berlangsungnya shalat Jumat dan menggantinya shalat Dhuhur karena penyebaran Covid-19 tak terkendali.

Kepada zona-zona di bawah zona merah, karena kondisi Covid-19 sedang naik lagi, dia meminta agar protokol kesehatan dijalankan secara ketat. Dengan begitu, maka kapasitas masjid harus lebih dibatasi.

“Saya khawatir ada saja pihak yang tidak tunduk dan patuh protokol kesehatan. Itu membahayakan dirinya dan orang lain. Maka khusus umat Islam di zona merah, wajib mengikuti pemerintah dan para ahli untuk mengganti shalat Jumat dengan shalat dhuhur di rumah," pungkas Anwar.

Bupati Sragen Instruksikan Ibadah di Rumah

Sementara itu, Bupati Sragen Untung Yuni Sukowati sudah mengeluarkan instruksi ibadah di rumah saja beberapa waktu lalu. 

Namun, pelaksanaannya masih ada warga yang tidak menggubris instruksi tersebut. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved