Breaking News:

Ketua BEM UI Beri Penjelasan soal Jokowi The King of Lip Service, Sindir saat Presiden Rindu Didemo

Salah satu perkataan Jokowi tak sesuai dengan realita menurut Ketua BEM UI, yakni ucapan Jokowi yang rindu didemo.

Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo membuka secara virtual Pesta Kesenian Bali ke-43 pada Sabtu, 12 Juni 2021. BEM UI baru-baru ini menjuluki Jokowi The King of Lip Service. 

TRIBUNSOLO.COM -  Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Leon Alvinda mengungkapkan alasannya juluki Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai The King of Lip Service.

Sebelumnya, postingan BEM UI itu viral di media sosial dan menuai komentar pro dan kontra dari netizen.

Imbas dari postingan itu, Leon mengatakan maksud postingan organisasinya adalah untuk mengingatkan sang presiden terkait segala perkataan yang telah diucapkan.

Baca juga: Anggota BEM UI Dipanggil soal Jokowi The King of Lip Service, Fahri Hamzah: Rektorat UI Mental Orba

Baca juga: BEM UI Kirim Dua Tim ke Asmat Papua Tanpa Zaadit Taqwa, Mengapa?

Selama ini menurut Leon, apa yang telah disampaikan Jokowi tak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

"Sebenarnya infografis yang dibuat oleh brigade UI, organ taktis di bawah BEM UI, itu kami ingin mengingatkan bapak Presiden kita untuk bisa memastikan perkataan-perkataan yang beliau sampaikan sesuai dengan realita di lapangan."

"Kami melihat banyak sekali kontradiksi antara perkataan beliau dengan apa yang terjadi di lapangan," ucap Leon, dikutip dari tayangan Kompas TV, Minggu (27/6/2021).

Salah satu perkataan Jokowi tak sesuai dengan realita menurut Leon, yakni ucapan Jokowi yang rindu didemo.

Kenyataannya, lanjut Leon, banyak aksi represif dilakukan kepada mahasiswa, saat melakukan aksi demo.

Ia mencontohkan, aksi demo mahasiswa ketika peringatan hari buruh 1 Mei.

Ketua BEM UI, Leon Alvinda
Ketua BEM UI, Leon Alvinda.

"Misalnya, pertama, terkait pernyataan bahwa beliau rindu didemo. Sayangnya, banyak sekali represifitas yang terjadi ketika kami melakukan demo."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved