Breaking News:

Virus Corona

Heboh 'Luhut Lagi Luhut Lagi' Pimpin PPKM Darurat, Politisi PDIP Beberkan Keberhasilan Menko Marves

Pro kontra penunjukan Luhut ini pun mendapat komentar Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. Ia memberikan pembelaan kepada Luhut.

Editor: Hanang Yuwono
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2020). Luhut ditunjuk Jokowi untuk memimpin penerapan PPKM Darurat. 

"Dari daerah lainya seperti Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Sukoharjo, kita masih zona orange," ujarnya.

Bicara soal penerapan PPKM darurat di Solo ini, Ahyani mengatakan, bakal ada pembatasan kegiatan masyarakat. 

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Diprediksi Melandai Juli 2021, Keberhasilan PPKM jadi Pemicunya

"Aktivitas  kegiatan sosial sampai pukul 17.00 WIB sudah selesai, tapi ada yang sampai pukul 20.00 WIB seperti di tempat kuliner, mal, restoran dan wedangan boleh asal delivery," ujarnya.

Sementara itu, soal penerapannya sampai saat ini Pemkot Solo juga menunggu instruksi. 

"Untuk di Kota Solo belum mendapatkan surat resmi, menunggu arahan pusat dulu," ungkapnya.

Pengawasan dan pelaksanaan terkait aturan itu, Ahyani menjelaskan, akan melakukan koordinasi dengan petugas terkait. 

"Adanya dukungan TNI, Polri, Satpol PP hingga satgas Covid-19 tingkat kecamatan dan desa," ujarnya. 

Gibran Tunggu Instruksi Pusat

Pemerintah pusat bakal menerapkan kebijakan PPKM Darurat untuk penanganan Covid-19

Kebijakan ini bakal diterapkan juga di Kota Solo. 

Lalu bagaimana persiapan Pemkot Solo soal kebijakan ini? 

Baca juga: Ambyar! Sudah di Depan Mata, Sekolah Tatap Muka di Solo 12 Juli Akan Ditunda, Imbas Corona Mengganas

Baca juga: Saat Corona Tak Pandang Usia : 643 Bayi hingga Anak-anak di Sukoharjo Terpapar, Begini Kondisinya

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat dan Provinsi terkait penerapan PPKM Mikro Darurat ini. 

"Kita masih menunggu instruksi. Setau saya, semua kegiatan jam 17.00 WIB harus sudah selesai, tapi itu belum untuk di Solo," katanya,  Rabu (30/6/2021).

Namun, pengetatan PPKM bakal dilakukan di Kota Solo. 

Baca juga: Buntut Kasus Corona Meledak, Kebutuhan Oksigen di RSUD Sragen Naik 10 Kali Lipat: Kini Bed Penuh

"Kita akan libatkan TNI dan Polri untuk pengetatan PPKM ini," ujarnya. 

Saat disinggung soal status zona Covid-19 di Kota Solo, Gibran enggan memberikan penjelasan yang gamblang. 

Apakah Solo masih di zona orange atau naik ke zona merah. 

"Zonanya bahaya. Kita antisipasi dengan tempat baru," ujarnya. 

"Dari hasil rapat kita pisahkan antara yang sakit dengan yang sehat, fokusnya itu dulu," jelasnya. 

Zona Bahaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal menambah tempat karantina terpusat. 

Tempat karantina terpusat ini akan digunakan untuk menampung mereka yang positif Covid-19

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, peningkatan kasus covid-19 di Kota Solo sangat tinggi. 

Baca juga: Wali Kota Solo Gibran Batalkan Sekolah Tatap Muka 12 Juli, Dampak Penyebaran Virus Corona Melejit

Baca juga: Ambyar! Sudah di Depan Mata, Sekolah Tatap Muka di Solo 12 Juli Akan Ditunda, Imbas Corona Mengganas

"Yang melakukan isoman (isolasi mandiri) banyak yang belum tertib," katanya Rabu (30/6/2021).

"Kita sudah kasih isoman (di rumah) malah gak tertib," imbuhnya.

Oleh karenanya, delapan tempat isolasi baru disiapkan di masing-masing Kecamatan. 

Bahkan, Gibran juga akan menggunakan kembali gedung Graha Wisata sebagai tempat isolasi mandiri. 

Baca juga: Hampir 5 Ribu Warga Sragen Jalani Vaksinasi Gratis, di Tengah Meroketnya Corona di Sejumlah Wilayah

"Itu terpusat di masing-masing kecamatan, di Banjarsari ada dua, Graha Wisata diaktifkan lagi," jelasnya. 

Selama sidaknya di lapangan, Gibran masih menemukan masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker. 

Hal tersebut membuat Gibran jengkel, karena sosialisasi protokol kesehatan sudah masiv dilakukan. 

Baca juga: Imbas Corona Mengganas, Minggu Semua Pasar dan Toko di Boyolali Ditutup, Warga Diminta di Rumah Saja

"Tiap hari saya menemukan warga dan anak-anak yang tidak pakai masker. Dikasih tau ngeyel," kata dia. 

"Kita tegakan lagi prokesnya, memang harus dilakukan secara terus-menerus," imbuhnya. 

Saat ini ditanya soal status corona di Solo apakah zona merah atau tidak, Gibran tak memberikan penjelasan gamblang. Dia hanya menyebut Solo Zona bahaya. 

Baca juga: Imbas Corona Mengganas, Minggu Semua Pasar dan Toko di Boyolali Ditutup, Warga Diminta di Rumah Saja

"Zonanya bahaya. Kita antisipasi dengan tempat baru. Dari hasil rapat kita pisahkan antara yang sakit dengan yang sehat, fokusnya itu dulu," jelasnya. 

Terkait dengan pelakasanaan PPKM Darurat, dia masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat dan Provinsi.

Namun, pengetatan PPKM bakal dilakukan di Kota Solo. 

"Kita akan libatkan TNI dan Polri untuk pengetatan PPKM ini," pungkasnya.

Sekolah Tatap Muka Batal

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka resmi membatalkan pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya dimulia 12 Juli 2021.

Menurut Gibran, penundaan PTM ini terpaksa dilakukan karena kasus Covid-19 di Kota Solo dan sekitarnya yang masih menggila.

"PTM ditunda dulu, karena keadaannya seperti ini," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (30/6/2021).

Orang nomor satu di Kota Bengawan itu menjelaskan, penundaan ini untuk melindungi anak-anak terpapar virus Covid-19.

Siswa SD Cemara II Solo mencuci tangan sebelum memasuki area sekolah untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, Rabu (5/5/2021).
Siswa SD Cemara II Solo mencuci tangan sebelum memasuki area sekolah untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, Rabu (5/5/2021). (TribunSolo.com/Adi Surya Samodra)

Pasalnya, virus corona kini tak hanya menyerang orang dewasa dan lansia saja, tamun juga menghantui anak-anak.

"Yang jelas kami berkomitmen agar anak-anak bisa bersekolah dengan nyaman," ujarnya.

Selain menunda PTM, Pemkot Solo juga akan melakukan vaksnasi terhadap remaja.

Tak hanya pada usia 18 tahun, namun anak usia 12 tahun juga masuk penerima vaksinasi.

"Ada instruksi untuk vaksin anak-anak 12 tahun," ucapnya.

Penundaan PTM ini membuat Pemkot Solo harus melakukan evaluasi kembali.

"Sebelum PTM benar-benar digelar, pihaknya akam melakukan simulasi ulang," aku dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Luhut Diragukan Pimpin PPKM Darurat, Legislator PDIP : Pak Luhut Sudah Teruji Soal Kepemimpinan

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved