Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Alasan Pria di Tanon Sragen Hadang Bidan Desa Pakai Parang: Agar Dia Mau Periksa Bapak Saya

Seorang pria berinisial S (47) nekat menghadang bidan desa dengan menggunakan sebilah senjata tajam, jenis parang.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Barang Bukti Parang yang Digunakan Pelaku untuk mengancam bidan di Tanon, Sragen. 

Kemudian, warga meminta pasien G untuk dites ulang.

Namun, pada waktu kejadian, menurut informasi dari warga, pasien G sedang tidak berada di rumah.

Baca juga: PT KAI Tutup Perlintasan Sebidang di Barat Stasiun Klaten, Kini Warga Sudah Tidak Bisa Melewatinya

"Kemudian, bidan RSR menghubungi kepala desa setempat, diminta datang untuk menemani, namun kepala desa saat itu sedang dirawat di rumah sakit, dan meminta nakes untuk meninggalkan lokasi terlebih dahulu," jelasnya.

Kemudian, bidan RSR bersama dua nakes lainnya meninggalkan lokasi kejadian.

Saat dijalan, tiba-tiba Bidan RSR dan dua nakes lainnya dihadang oleh warga yang diketahui bernama S.

"Pelaku S menghadang dengan menggunakan senjata tajam jenis parang, sambil berkata 'mbak R, Pakku kae priksonen disik, ojo ngurusi sing gak loro, kowe nik gak gelem tak bacok lo' (Mbak R, Bapakku itu diperiksa dulu, jangan mengurusi yang tidak sakit, kamu kalau tidak mau, saya bacok lo)," jelasnya.

Baca juga: Banjir Bandang Magelang, Bidan Desa Ditemukan Namun Anaknya Meninggal

"Akan tetapi, perbuatan tersangka dapat dicegah oleh warga, dan korban bersama nakes lainnya meninggalkan lokasi," singkatnya.

Kini, pelaku S telah ditetapkan tersangka, dan ditahan di Polsek Tanon untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Pelaku S dijerat undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang penguasaan senjata tajam, dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun kurungan penjara," pungkasnya.

Ditangkap Polisi

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved