Breaking News:

Virus Corona

Jeritan Pengusaha Kecil di Balik PPKM Darurat: Tukang Bubur Didenda Rp 5 Juta, Tukang Cukur Bingung

Di beberapa daerah, penerapan PPKM Darurat dilakukan dengan ketat, seperti menerapkan sanksi denda bagi yang melanggar.

Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Fristin Intan Sulistyowati
Foto hanya ilustrasi. Polisi melakukan sidak PPKM Darurat di Solo Paragon Mall, Minggu (4/7/2021). Kini viral kisah para pedagang kecil yang mengeluhkan denda besar karena melanggar PPKM. 

TRIBUNSOLO.COM - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Jawa-Bali yang dilakukan pemerintah mulai 3 Juli sampai 20 Juli 2020 menuai beragam kontra dari masyarakat.

Terutama mereka yang sehar-harinya bekerja sebagai pedagang kecil atau wirausahawan.

Baca juga: Netizen Indonesia Lebih Pilih Lockdown atau PPKM Darurat? Ini Jawabannya Versi Survei Median

Baca juga: Siap-siap, Pemerintah Bakal Berikan 5 Jenis Bantuan PPKM untuk Masyarakat, Simak Daftarnya

Pemerintah sendiri belakangan terus memperketat penerapan PPKM.

Hal itu diklaim sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang semakin hari terus meningkat.

Di beberapa daerah, penerapan PPKM Darurat dilakukan dengan ketat, seperti menerapkan sanksi denda bagi yang melanggar.

Seperti yang dilakukan di sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Berikut sejumlah cerita pelanggar PPKM di Jawa Barat yang harus menbayar denda ratusan ribu hingga jutaan rupiah:

1. Tukang bubur didenda Rp 5 juta

Dikutip dari Kompas.com, seorang tukang bubur bernama Endang (40) terpaksa harus membayar denda Rp 5 juta karena ada pengunjung yang ngeyel makan di tempat.

Endang bercerita, ia berjualan mulai pukul 17.00 sampai 06.00 WIB setiap harinya di kawasan Gunung Sabeulah, Kota Tasikmalaya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved