Breaking News:

Manfaat Wedang Uwuh untuk Kesehatan Tubuh, Punya Kandungan Antioksidan Tinggi yang Baik Bagi Tubuh

Wedang uwuh merupakan satu diantara minuman berempah yang baik bagi kesehatan tubuh.

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sriwijaya Post/Ehdi Amin
Ilustrasi Wedang Uwuh. Berikut manfaat wedang uwuh untuk penderita darah tinggi. 

TRIBUNSOLO.COM - Berbagai jenis rempah-rempah begitu mudah ditemukan di Indonesia.

Kreasi pembuatan wedang dan jamu-jamuan banyak muncul dengan berbagai jenisnya.

Baca juga: Manfaat Wedang Uwuh untuk Meningkatkan Imun Tubuh, Bisa jadi Pengganti Susu Steril yang Langka

Satu diantaranya yang sedang hits adalah wedang uwuh.

Wedang uwuh merupakan satu diantara minuman berempah yang baik bagi kesehatan tubuh.

Untuk diketahui, minuman ini disebut wedang uwuh karena bentuknya seperti sampah.

Padahal, manfaat mengkonsumsi wedang uwuh sangat besar.

Dalam segelas wedang uwuh tersaji di dalamnya ada jahe, sere, kayu manis, secang, dan cengkeh, membuat ada banyak manfaat wedang uwuh.

Untuk diketahui, dalam Bahasa Jawa Wedang Uwuh memiliki arti 'Minuman Sampah'.

Minuman ini juga cocok disajikan di malam hari karena memiliki khasiat menghangatkan tubuh.

Penaamaan wedang uwuh diambil sebab penampilannya setelah diseduh atau direbus dengan air akan terlihat berantakan, seperti sisaan atau sampah rempah.

Farmakologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Setyo Sri Raharjo menjelaskan setiap rempah yang terkandung dalam ramuan wedang memiliki khasiatnya masing-masing.

"Setiap rempah bisa membuat kondisi tubuh jadi lebih baik dan enak. Bisa untuk mengatasi kembung, dan menghilangkan capai," jelasnya kepada TribunSolo.com, Rabu (23/6/2021).

Jahe, misalnya, itu tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai bumbu masakan.

Rempah yang bisa memberikan citarasa pedas saat meminumnya itu diyakini bisa untuk menghangatkan tubuh dan melancarkan peredaran darah.

"Juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi," ucap Setyo.

Kemudian ada kayu manis. Rempah ini tidak hanya bermanfaat sebagai penambah aroma.

"Kayu manis biasanya digunakan sebagai campuran obat bagi penyakit gula dan hipertensi," tutur Setyo.

Meski setiap rempah dalam campuran punya khasiat, belum ada penelitian mendalam manfaat wedang uwuh bisa mengobati penyakit tertentu. Termasuk, Covid-19.

"Untuk dipakai mengobati suatu penyakit tertentu belum bisa. Tidak bisa diklaim bisa mengobati hipertensi, tipes, apalagi untuk Covid-19," ucapnya.

Baca juga: Manfaat Wedang Uwuh untuk Meredakan Masuk Angin, Pastikan Ada Bahan di dalamnya

Manfaat wedang uwuh

Kombinasi bahan dalam wedang uwuh sudah dikenal punya segudang manfaat untuk tubuh. Secara keseluruhan, wedang uwuh bisa mengobati penyakit seperti batuk, masuk angin, perut kembung, pegal linu dan menyegarkan badan.

Namun, jika dijabarkan manfaat dari setiap komposisi bahannya, ada lebih banyak lagi manfaatnya. Seperti penjelasan berikut.

Jahe

Rimpang satu ini tak hanya dikenal sebagai bumbu masakan. Jahe juga dikenal sebagai tanaman untuk obat alami.

Sifatnya yang panas sering kali dimanfaatkan sebagai penghangat tubuh. Lebih dari itu, berdasarkan beberapa penelitian, jahe juga dapat melancarkan peredaran darah.

Sifat antikoagulan (anti pembekuan darah) pada jahe dipercaya lebih kuat dari pada bawang putih atau bawang merah. Jahe juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi pada tubuh.

Kayu manis

Kayu manis selain sebagai penambah aroma wedang lebih nikmat, juga memiliki sifat antioksidan.

Campuran kayu manis dan jahe diyakini berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan antioksidannya tinggi.

Cengkeh

Seperti kayu manis, cengkih juga termasuk herba yang bersifat hangat yang dapat memberikan aroma sekaligus sensasi rasa yang unik pada wedang uwuh.

Pala

Pala mengandung saponin, polifenol, dan flavonoi. Kandungan tersebut diteliti dapat menghilangkan nyeri, meredakan perut mulas karena masuk angin, melancarkan sirkulasi darah, dan mengatasi gangguan pada lambung.

Secang

Herba yang biasa disebut kayu secang (Caesalpinia sappan) ini telah lama dikenal sebagai bahan ramuan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti sifilis, batuk darah, dan radang.

Kayu secang juga sering digunakan sebagai campuran untuk minuman kesehatan dan penghangat badan.

Penelitian yang dilakukan di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengungkapkan bahwa secang memiliki kemampuan antioksidan, antikanker, memperlancar peredaran darah, dan melegakan pernapasan.

Gula batu

Gula batu pada wedang uwuh digunakan sebagai pelengkap untuk memberikan rasa manis, tanpa membuang aroma sekaligus rasa asli bahan-bahan ramuan ini.

Cara Membuat Wedang Uwuh

Cara membuat wedang uwuh, dikutip dari artikel Kompas.com berjudul Cara Membuat Wedang Uwuh, Minuman "Sampah" yang Menghangatkan Tubuh:

1. Langkah pertama bakar jahe, lalu digeprek hingga pipih. Didihkan air lalu masukkan jahe untuk direbus hingga sarinya keluar.

2. Masukan juga cengkeh atau batang cengkeh, daun cengkeh, daun kayu manis, daun pala, serutan kayu secang, dan gula batu.

"Rebus wedang dan semua bahan hingga mendidih, proses ini bisa memakan waktu selama 15 menit," jelas Wira.

3. Jika sudah mengeluarkan warna merah bata minuman dapat diangkat dan tuangkan dalam gelas. Selanjutnya wedang uwuh bisa dihidangkan dengan disaring atau tanpa disaring.

Minuman ini bisa disimpan dan bertahan hingga kurang lebih 3 sampai 5 hari di dalam kulkas.

Wedang uwuh bisa disajikan panas atau tambahkan es batu untuk sensasi dingin.

Baca juga: Manfaat Wedang Uwuh untuk Meredakan Batuk-batuk, Cocok Dikonsumsi saat Pandemi Covid-19

Sejarah singkat wedang uwuh 

Pada era Sultan Agung, Raja Mataram itu pergi mencari tempat untuk peristirahatan terakhir keluarganya dengan para pengawalnya.

Ia pun akhirnya menemukan tempat yang dikira pas yaitu di bukit merak sekarang disebut pemakaman suci Imogiri.

Sultan Agung telah bertapa sebelum memantapkan tempat tersebut sebagai tempat peristirahatan keluarga raja.

Konon malam hari saat betapa, ia meminta pengawalnya untuk membuatkan minuman yang ampuh untuk menghangatkan tubuh.

Saat minuman disajikan di bawah pohon dekat tempat sang Sultan beberapa ranting dedaunan jatuh dan masuk dalam wadah minuman itu.

Tidak menyadari ada daun dan ranting yang masuk dalam wedangnya Sang Raja tetap meminum wedang itu.

Dinilai nikmat, akhirnya Sang Raja meminta pengawalnya untuk membuatkan satu lagi minuman yang saat itu ia minum.

Secara seksama pengawal itu akhirnya mengamati satu persatu isi dari minuman yang diminta sultan.

Akhirnya wedang uwuh dikenal masyarakat Yogyakarta bahkan Nusantara. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved