Rekor Emas Inggris vs Denmark : Jordan Pickford Resmi Jadi Kiper Terhebat Inggris Sepanjang Sejarah

Jordan Pickford resmi jadi kiper terhebat Inggris sepanjang sejarah, setelah mematahkan rekor menit tak kebobolan, yang dipegang oleh Gordon Banks.

Editor: Aji Bramastra
JUSTIN TALLIS / POOL / AFP
Jordan Pickford, resmi jadi kiper Timnas Inggris terhebat sepanjang sejarah. 

TRIBUNSOLO.COM - Tak hanya Timnas Inggris yang mengukir tinta emas, karena pertama kalinya melaju ke final Piala Eropa atau Euro.

Catatan emas juga diukir kiper Inggris asal Everton, Jordan Pickford.

Baca juga: Penalti Kontroversial Menangkan Inggris : Sterling Dituding Diving, Kontak Minimal Jadi Alasan

Jordan Pickford resmi jadi kiper terhebat Inggris sepanjang sejarah, setelah mematahkan rekor menit tak kebobolan, yang dipegang oleh kiper legendaris Inggris, Gordon Banks.

Yang istimewa, rekor Gordon Banks itu belum ada yang memecahkan selama 55 tahun, alias sejak Piala Dunia 1966!

Pickford mencatat penampilan tak kebobolan sebiji gol pun selama 721 menit saat membela Timnas Inggris.

Catatan ini resmi melewati catatan emas milik Gordon Banks.

Sebelumnya, Gordon Banks mencatat raihan 720 menit tanpa kebobolan.

Sayang, baru semenit melewati rekor Gordon Banks, Pickford ternoda oleh gol dari Denmark.

Pemain Denmark Mikkel Damsgaard menjebol gawang Pickford lewat tendangan bebas jarak jauh.

Beruntung, gol ini tak membuat Pickford menjadi pesakitan.

Inggris kemudian berbalik menang 2-1, lewat gol bunuh diri pemain Denmark Simon Kjaer dan penalti Harry Kane di babak extra time.

Sejarah Inggris

Inggris akhirnya melaju ke final Euro 2020, setelah menang 2-1 melawan Denmark di semifinal Euro 2020, Kamis (8/7/2021).

Inggris tertinggal lebih dulu lewat gol tendangan bebas Mikkel Damsgaard di menit ke-30.

Baca juga: Inggris vs Denmark, Pemain Persis Solo Jagokan The Three Lions, Harry Kane Jadi Jimat Kemenangan?

Sembilan menit kemudian, penetrasi Raheem Sterling memaksa Kapten Denmark, Simon Kjaer, melakukan bunuh diri.

Inggris terus mengurung pertahanan Denmark.

Tapi laga harus melalui extra time setelah 1-1 bertahan selama 90 menit.

Di babak pertama extra time, Inggris mendapat hadiah penalti setelah Raheem Sterling dijatuhkan di kotak penalti.

VAR melihat itu sebagai pelanggaran, hingga Harry Kane menjadi algojo penalti.

Tendangan Kane sempat diblok kiper Denmark, Kasper Schmeichel.

Tapi Harry Kane menyambar bola mentah, hingga mencetak gol kemenagan Inggris.

Bagi Inggris, kepastian menuju ke final ini merupakan sejarah dalam kiprah pesepakbolaan mereka.

Teori sejarah sering disebut bila permainan sepakbola berasal dari Inggris

Tapi nyatanya, dalam sejarah memang Inggris baru satu kali melaju ke laga final turnamen besar, yakni Piala Dunia 1966.

Setelah 1966, Inggris tak pernah lagi bisa menembus laga final.

Dalam laga semifinal di Wembley, Pangeran William dan Perdana Menteri Boris Johnson memberikan dukungan hingga laga berakhir. 

Penalti Kontroversial

Inggris melaju ke Final Euro 2020 setelah mengandaskan perlawanan Denmark, lewat gol kemenangan Harry Kane dari titik putih.

Tapi, kemenangan Inggris dituding sebagai kemenangan kontroversial.

Penyebabnya, Inggris disebut tak berhak mendapatkan penalti tersebut.

Penalti diberikan wasit setelah Raheem Sterling terjatuh di kotak penalti, saat babak pertama extra time.

Sterling terjatuh setelah berusaha melewati dua pemain bertahan Denmark.

Wasit Danny Makkelie asal Belanda, kemudian meniup peluit tanda pelanggaran.

Danny sempat memeriksa VAR, hingga akhirnya memberikan penalti untuk Inggris.

Berkat gol ini, Inggris menang, dan melaju ke Final Euro 2020.

Meski demikian, reaksi media sosial menyebut penalti itu tak layak diberikan wasit.

Penyebabnya, pelanggaran terhadap Sterling dianggap sebagai kontak minimal.

Sejumlah tokoh menyayangkan keputusan ini.

Eks pemain Timnas Prancis, Bixente Lizarazu, berteriak lantang di akun Twitter-nya, bahwa itu bukan penalti.

Sejumlah jurnalis sepakbola senior juga setuju bila itu bukanlah penalti, di antaranya, Stuart James.

"Inggris layak maju ke final, tapi rasanya itu bukan penalti. Jangan mengeluh ya, kalau nanti (di final) itu akan menimpa Inggris," kata James.

Demikian pula dengan wartawan bola Argentina, Roy Nemer.

"Itu jelas bukan penalti, tapi mau apa lagi, ini main di Wembley," tulisnya di Twitter. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved