Breaking News:

Euro 2020

Suporter Inggris Rusuh Usai Timnya Kalah dari Italia di Final Euro 2020, 45 Orang Ditangkap Petugas

Pengamanan tinggi diterapkan setelah puluhan suporter mendobrak pagar keamanan di Wembley menjelang pertandingan.

Editor: Eka Fitriani
PA/VICTORIA JONES via AP
Suporter Inggris menendang dan berdiri di atas tong sampah Piccadilly Circus, London, setelah timnas Inggris kalah melawan Italia dalam final Euro 2020 di Stadion Wembley, Minggu (11/7/2021) 

TRIBUNSOLO.COM - Sejumlah suporter tim nasional Inggris berbuat anarkis usai The Three Lions kalah dari Italia dalam final Euro 2020, Minggu (11/7/2021) waktu setempat.

Polisi anti huru-hara dikerahkan ke Stadion Wembley dan sekitarnya untuk membubarkan massa yang rusuh usai tim asuhan Gareth Southgate kalah dalam adu penalti.

Dilansir Stuff.co.nz, seusai laga suporter Inggris melemparkan botol-botol dan meneriakkan yel anti-Italia.

Baca juga: Inggris Kalah, Frank Lampard dan Alan Shearer Kritik Tendangan Lemah Rashford Saat Adu Penalti

Baca juga: FA Kutuk Serangan Rasis Terhadap 3 Pemain Inggris, Minta Pemerintah Bertindak Serius

Polisi London mengatakan, ada 45 orang yang ditangkap oleh petugas keamanan laga final Euro 2020. Polisi juga terjun ke Trafalgar Square London, lokasi banyak orang tanpa tiket berusaha menjebol pagar pembatas, serta area-area lain di pusat kota.

Pengamanan tinggi diterapkan setelah puluhan suporter mendobrak pagar keamanan di Wembley menjelang pertandingan. Mereka bentrok dengan pihak keamanan dan polisi saat masuk.

Polisi Metropolitan London mengatakan, mereka sedang mengidentifikasi para suporter yang menerobos masuk.

Perkelahian juga dilaporkan terjadi antar-suporter di sekitar penghalang stadion sebelum pertandingan.

Kemudian ada seorang suporter yang berlari menuju lapangan Wembley pada menit ke-87 pertandingan. Butuh empat stewards untuk menggagalkan aksinya.

Jurnalis olahraga BeIN Matt Critchley dalam siaran langsung di Trafalgar Square melaporkan, para suporter berbuat ricuh dengan melemparkan botol-botol.

“Ini sama sekali bukan perasaan yang menyenangkan. Pada hari besar Inggris, banyak, banyak penggemar sangat kecewa, "katanya. Banyak video di media sosial juga menayangkan momen-momen kekerasan di sekitar pertandingan.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) pekan lalu didenda 30.000 euro (Rp 516,45 juta), buntut insiden laser pointer yang ditembakkan ke kiper Denmark, Kasper Schmeichel, dalam laga semifinal Euro 2020.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Final Euro 2020, Suporter Inggris Rusuh Setelah Kalah dari Italia

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved