Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Alasan Grha Wisata Niaga Solo Tak Lagi Jadi Lokasi Karantina, Satgas Corona : Masyarakat Tak Nyaman

Grha Wisata Niaga di Jalan Slamet Riyadi Solo batal digunakan sebagai tempat isolasi terpusat bagi pasien positif Covid-19.

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
ILUSTRASI : Suasana gedung Graha Wisata Niaga yang dijadikan tempat karantina para pemudik di Solo, Jumat (3/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Grha Wisata Niaga di Jalan Slamet Riyadi Solo batal digunakan sebagai tempat isolasi terpusat bagi pasien positif Covid-19.

Sebelumnya gedung tersebut akan digunakan bagi mereka yang dinyatakan Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) tahun lalu.

Menurut Sekretaris Daerah dan Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani bahwa penutupan itu dilakukan setelah asesmen dan juga evaluasi.

"Kami melakukan evaluasi dan menerima masukkan bahwa ruang isolasi tersebut terlalu lebar dan terbuka," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Proyeksi Bupati Karanganyar Juliyatmono, Colomadu Dicanangkan Jadi Pusat Bisnis Seperti Solo Baru

Baca juga: Graha Wisata Niaga Sriwedari Solo Bakal Difungsikan Jadi RS Darurat Jika Kasus Corona Terus Meroket

"Masyarakat merasa tidak nyaman dengan tempat tersebut," ujarnya.

Dirinya membandingkan dengan ruang isolasi lainnya yang memanfaatkan ruang kelas belajar yang dianggap lebih nyaman karena ukurannya lebih luas dan terbuka.

"Ruang kelas itu lebih terbuka, dan sanitasi untuk MCK lebih nyaman," terangnya.

"Dalam satu kelas bisa diisi untuk kapasitas 7-10 orang, tidak terlalu sumpek," ungkapnya.

Ahyani menambahkan bahwa saat ini kapsitas yang mampu ditampung di area karantina yang tersebar di 9 sekolah dan Solo Techno Park berjumlah 1.500 warga.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved