Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Nasib Kakek Asal Baluwarti, Mengeluh Pusing Lalu Pergi dari Rumah,Ditemukan Tewas di Bengawan Solo

Sesosok jenazah ditemukan mengapung di Bengawan Solo di Dusun Bison, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar.

TribunSolo.com/Dok Polsek Kebakkramat
Proses evakuasi jasad yang ditemukan mengapung di aliran Bengawan Solo di Dusun Bison, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar pada Kamis (15/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Sesosok jenazah ditemukan mengapung di Bengawan Solo di Dusun Bison, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar.

Jasad itu diketahui pertama oleh petani pada Kamis (15/7/2021).

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Polsek Kebakkramat.

Kapolsek Kebakkramat, Iptu Moko, menjelaskan bahwa saat jasad ditemukan, warga sempat mengira bahwa itu adalah kotoran atau bangkai.

Pasalnya berada di tumpukan sampah yang menghampar di aliran.

Baca juga: Rute Jalur Tikus Pasca Jalan Adi Sucipto Solo Ditutup Total,Polisi Jaga di Fajar Indah hingga Makuta

Baca juga: Kronologi Lengkap Insiden Pria Tewas Ditusuk di Klego : Satu Ucapan Korban Bikin Pelaku Ngamuk

"Warga kala itu sempat mencium aroma yang sangat menyengat dan busuk, lalu dicarilah sumber aroma itu dan ditemukan jasad tersebut," katanya kepada TribunSolo.com.

Dari hasil olah TKP, Iptu Moko, mengungkapkan bahwa jenazah bernama SG (72) seorang warga Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

"Dari korban kami temukan kartu identitas, seperti KTP, SIM, hingga STNK," katanya.

Dari kesaksian pihak keluarga, korban telah meninggalkan rumah semenjak Minggu (11/7/2021).

"Korban meninggalkan rumah dengan membawa motor Astrea Grand," ujarnya.

"Sebelum meninggal korban juga sempat mengeluhkan pusing, bahkan sempat bercerita sedang terkena santet," aku dia.

"Namun itu masih sebatas dugaan karena belum bisa dibuktikan," jelasnya.

Bila merujuk dari keterangan keluarga lanjut dia. korban mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

"Saat ini kami akan menindaklanjuti keterangan keluarga tersebut," terangnya.

"Dan saat ini jasad masih disimpan di ruang jenazah Rumah Sakit Dr Moewardi," imbuhnya.

Larung Pusaka

Sebelumnya, nasib malang tak bisa ditolak Sagimin, kakek 58 tahun asal Dukuh Mentir, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen.

Ya, Mbah Gimin tewas di pinggir Bengawan Solo, Minggu (20/6/2021).

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, dia ditemukan sudah tak bernyawa di depo pasir pinggir Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Patikan RT 6, Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal.

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Suwarso mengatakan kejadian bemula saat korban bersama anak perempuannya, BN, mendatangi Sungai Bengawan Solo.

Kedatangan keduanya untuk melarung benda yang dipercaya sebagai jimat.

Baca juga: Sempat Hilang Terseret Ombak di Pantai Karang Seke Lebak, Santri Asal Serang Ditemukan Tewas

Baca juga: Kebakaran Rumah di Kuansing, Ibu dan Anak Tewas Dalam Kondisi Berpelukan, 2 Anak Lain Luka Bakar

"Korban bersama anaknya bermaksud akan melarung atau membuang jimat (pusaka) milik korban," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

"Atas permintaan korban sendiri," aku dia.

Suwarso menjelaskan selesai membuang benda yang diduga jimat di aliran bengawan Solo, keduanya kemudian hendak kembali pulang.

"Setelah selesai, keduanya hendak pulang dengan mengendarai sepeda motor milik BN," katanya.

Alih-alih segera naik sepeda motor, Sugimin malah berjalan kembali ke arah Sungai Bengawan Solo.

"Saat akan kembali ke aliran sungai Bengawan Solo, korban terjatuh di pinggir sungai dan tidak sadarkan diri," ujar dia.

Kemudian, BN teriak minta tolong, dan beberapa warga yang berada disekitar lokasi kejadian mulai berdatangan.

"Saat warga sekitar memberikan pertolongan, namun Sugimin sudah dalam keadaan meninggal dunia," tambahnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Inafis Polres Sragen beserta tenaga kesehatan dari Puskesmas Ngrampal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Diduga korban meninggal dunia karena sakit, kemudian jenazah kita kembalikan ke pihak keluarga," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved