Breaking News:

Virus Corona

Nasib Rakesh Penjual Kopi Viral di Medan yang Protes Petugas saat Razia PPKM, Pasrah Terima Hukuman

Sebelumnya, Rakesh diadili lantaran terbukti melanggar PPKM darurat sehingga ia mendapatkan vonis kurungan penjara selama dua hari.

Editor: Hanang Yuwono
Fredy / Tribun Medan
Rakesh, pemilik warung kopi yang menolak tutup saat kena razia PPKM Darurat Medan, menjalani sidang putusan di Gedung PKK Kota Medan, Kamis (15/7/2021). Rakesh dihukum denda Rp 300 ribu dan kurungan selama dua hari. 

Saat ini Rakesh menyewa sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Gatot Subroto simpang Jalan Nibung raya. Ia membuka kedai kopi kecil-kecilan untuk menghidupi keluarganya.

Sementara tempat tinggal Rakesh sebenarnya di Jalan Waru, Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.

Sebelumnya, Rakesh diadili lantaran terbukti melanggar PPKM darurat sehingga ia mendapatkan vonis kurungan penjara selama dua hari.

Kata Hakim, selama 14 hari kedepan adalah masa percobaan. Apabila dia membandel maka kurungan akan dilakukan.

"Jadi saudara dijatuhi hukuman dua hari penjara dan denda sebesar Rp 300 ribu. Namun kurungan tersebut tidak perlu saudara jalani kecuali ada hukuman dilain hari. Tetapi saudara dikenakan denda sebesar Rp 300 ribu," Kata Hakim Pengadilan Negeri Medan, Ulina Marbun di hadapan Rakesh di gedung PKK Kota Medan. Rabu (15/7/2021).

Sementara itu Rakesh, tak mampu berkata banyak. Dia hanya mengangguk seraya mengucapkan kesanggupannya membayar denda.

"Bagaimana, sanggup ?" tanya hakim.

Lalu Rakesh menjawab sambil mengangguk soal kesanggupannya.

"Sanggup," kata Rakesh.

Itu merupakan penghasilannya satu-satunya dan sumber penghidupan untuk kelima anaknya dan satu istrinya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved