Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Kisah Pilu dari Boyolali : Istri Meninggal Dunia saat Menjaga Suami Isoman Covid-19

TTN meninggal dunia di rumahnya, di tengah kesetiannya menjaga suaminya yang terpapar Covid-19.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Aji Bramastra
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI : Sejumlah pemikul jenazah dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) menggotong dan memakamkan peti berisi jenazah dengan protokol Covid-19 di TPU Cikadut, Jalan Cikadut, Mandalajati, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (1/2/2021). Para petugas pemikul jenazah di TPU Cikadut kini sudah bekerja kembali setelah direkrut menjadi Pekerja Harian Lepas (PHL) oleh Pemerintah Kota Bandung, sehingga tidak lagi memunculkan polemik tarif pikul jenazah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Nasib tragis dialami seorang perempuan bernama TTN (60), warga Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.

TTN meninggal dunia di rumahnya, di tengah harus menjaga suaminya yang terpapar Covid-19.

Baca juga: Viral Tenaga Kesehatan Mengaku Diusir Warga saat Isoman di Rumah Sendiri, Begini Nasibnya Kini

Kades Kuwiran, Heri Sarwo Edhi, mengatakan, TTN meninggal dunia karena Covid-19.

Diduga, ia tertular dari suaminya.

Heri mengatakan, awalnya TTN merawat SYL, suaminya, yang lebih dulu dinyatakan positif Covid-19

SYL menjalani isolasi mandiri atau isoman di rumahnya. 

Informasi yang diterima TribunSolo.com, SYL mengabarkan ke tetangga bila istrinya meninggal dunia.

Tetangga kemudian masuk ke rumah, dan menemukan TTN sudah tak bernyawa.

Pasca kejadian tersebut, pihaknya lebih meningkatkan peran Jogotonggo di desanya.

Usaha ini dilakukan agar bisa meringankan beban warga yang baru menjalani isoman akibat terpapar Covid-19

“Kami akan lebih mengoptimalkan peran Jogotonggo di Desa Kuwiran, termasuk memantau perkembangan serta bantuan makanan,”kata Heri.

Ia menerangkan jumlah penderita Covid-19  ada pertambahan cukup banyak di wilayahnya.

Ia menyebutkan total pasien ada 36 pasien, yang terdiri dari 35 orang menjalani isoman dan satu pasien dirawat di rumah sakit.

“Kasus yang cukup banyak bermula berawal dari klaster pabrik Kiky," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com dari data Dinkes Boyolali hingga Minggu (18/7/2021) pukul 13.00, kasus Covid di Boyolali total tercatat sebanyak 18.807 kasus. 

Kasus aktif sebanyak 3.345, sebanyak 333 dirawat dan 3.012 pasien menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan, sebanyak 14.655 dinyatakan sembuh. 

Adapun jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 807 orang atau bertambah sebanyak 35 orang. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved