Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Ada Aturan Salat Id di Rumah Saja, Kemenag Sragen Sebut Banyak Masyarakat yang Tak Patuh

Kemenag Sragen masih menemukan banyak kelompok masyarakat yang menyelanggarakan salat idul adha berjamaah meski sudah ada larangana

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Agil Tri
Tribun Timur/Sanovra Jr
ILUSTRASI Salat 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, dan Kementrian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan aturan terkait tata laksana salah Idul Adha selama pemberlakukan PPKM Darurat.

Ya, dalam pelaksanaan salat idul adha 1442 hijriyah, masyarakat diminta untuk melakukannya di rumah masing-masing.

Hal ini untuk menghindari kerumunan, dan mencegah penularan virus corona.

Menurut Kepala Kemenag Kabupaten Sragen, Hanif Hanani masih banyak kelompok masyarakat yang menggelar sholat Id.

"Berdasarkan pantauan teman-teman di lapangan, masih ada yang menyelenggarakan (sholat idul adha berjamaah) sekitar 60 persen," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Selasa (20/7/2021).

Baca juga: Pasca Membuat Baliho Kontroversial, Kades Jenar Sragen Dipanggil Polisi : Namun Tidak Ditahan

Baca juga: Jeritan Pedagang di Sragen Selama PPKM Darurat: Kelimpungan Bayar Angsuran Bank

Baca juga: Apa itu Pil Sapi, Obat Berbahaya yang Beredar di Sragen : Murah, Sering Dipakai Gantikan Narkoba

Baca juga: Kapan Warga Sragen Dapat Kompensasi PPKM Darurat? Pemkab : Belum Ada, Tunggu Arahan Pusat Dulu

Kebanyakan, sholat idul adha digelar oleh masyarakat di desa-desa.

"Sholat idul adha diselenggarakan di masjid masing-masing, kalau di lapangan, belum ada laporan (tidak mengadakan)," ujarnya.

Menurut Hanif, pelaksanaan malam takbiran di Kabupaten Sragen juga berjalan tertib.

Sebelumnya, pemerintah telah melarang warga untuk mengadakan takbiran di masjid.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved