Pasca Membuat Baliho Kontroversial, Kades Jenar Sragen Dipanggil Polisi : Namun Tidak Ditahan

Kepala Desa Jenar di Sragen menjadi buah bibir karena melawan kebijakan PPKM dengan membuat baliho yang kontroversial

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi, Kepala Desa (Kades) Jenar, Samto Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Anggoro Heri Pratikno 

Terungkap fakta, jika program vaksinasi di Desa Jenar masih jauh tertinggal. 

"Kita baru tahu, capaian vaksinasi di Desa Jenar luar biasa rendah, dari 3000 penduduk Desa Jenar, baru 23 orang saja yang sudah divaksin, 13 diantaranya baru menerima dosis pertama," jelasnya.

Untuk itu, Kapolres Sragen akan melaporkan temuan tersebut ke Bupati, untuk ditindaklanjuti dalam mensukseskan program vaksinasi. 

"Tentunya, kita akan berkoordinasi dengan Pak Samto, untuk melakukan akselerasi proses vaksinasi di Desa Jenar, agar segera terbentuk herd imunity di tengah masyarakat," pungkasnya.

Pemkab Masih Pikir-pikir

Terpisah, Sekda Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan sanksi dari Pemda Sragen belum diputuskan. 

"(Sanksi) Dari Pemda (Sragen) tunggu dulu," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (19/7/2021). 

Menurut Tatag, sanksi yang akan diberikan berupa sanksi pembinaan. 

"Ada sanksi pembinaan, kan bisa ringan, sedang, hingga berat," paparnya. 

Meski begitu, jenis pembinaan yang akan diberikan, masih menunggu hasil investigasi. 

"Ya tunggu dulu hasil investigasinya," pungkasnya. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved