Viral

Rektor UI Trending, Potongan Video Lawas Jokowi Larang Pejabat Rangkap Jabatan Disorot

Jokowi tak luput menjadi sorotan netizen dan trending karena terkesan mengizinkan rangkap jabatan Ari Kuncoro melalui revisi PP.

(ui.ac.id)
Rektor UI, Ari Kuncoro, membaca sumpah jabatan usai dilantik pada Desember 2019. 

TRIBUNSOLO.COM - Rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro tengah hangat jadi perbincangan warganet.

Bahkan tagar #RektorUI sampai trending di Twitter sejak Selasa (20/7/2021).

Hal ini lantaran polemik rangkap jabatan yang seolah disahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI.

Baca juga: Banyak yang Tak Patuh Aturan Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, Pemkot Solo: Semoga Tak Jadi Klaster

Baca juga: Buntut Rangkap Jabatan, Rektor UI Banjir Kritik hingga Trending di Twitter

Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, diduga melanggar statuta UI karena merangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama BRI. Gambar diambil dari situs resmi BRI pada Senin (28/6/2021) sore.
Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, diduga melanggar statuta UI karena merangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama BRI. Gambar diambil dari situs resmi BRI pada Senin (28/6/2021) sore. (BRI)
PP Nomor 75 Tahun 2021 merupakan revisi dari PP Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI yang melarang petinggi kampus merangkap jabatan.

Diketahui, Ari Kuncoro diduga melanggar aturan Statuta UI karena rangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama Bank BRI.

Oleh karena itu, Jokowi juga tak luput menjadi sorotan netizen dan trending karena terkesan mengizinkan rangkap jabatan Ari Kuncoro melalui revisi PP.

Berbagai macam kritik membanjiri media sosial.

Di antaranya, ada yang memunculkan potongan video lama presiden Jokowi yang mengimbau agar pejabat publik tidak merangkap jabatan.

"Tidak boleh rangkep-rangkep jabatan. Kerja di satu tempat aja belum tentu bener kok," kata Jokowi dalam potongan video viral yang diunggah oleh @berlianidris.

Video tersebut retweet oleh ekonom terkemuka, Faisal Basri.

Faisal Basri secara pribadi juga menyampaikan kritik sekaligus keprihatinannya terhadap langkah presiden.

"Kalau begini terus, rakyat makin tidak percaya kepada presiden. Dalam kasus rektor UI, apakah mungkin presiden tidak membaca apa yang ia tanda tangani?

Membaca atau tidak, tanggung jawab tetap di pundak yang menandatangani," tulis @FaisalBasri.

Politisi partai Gerindra Fadli Zon juga tak mau ketinggalan menyampaikan kritiknya.

Baca juga: REAL TIME: Rektor UII Tak Campuri Proses Hukum Kasus Diksar Mapala UII di Polres Karanganyar

Ia menyebut kejadian ini membuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menjadi terjun bebas.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved