Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Viral

Viral Pria Pakai Daun Dijadikan Masker Agar Lolos Pos Penyekatan, Ternyata Begini Kisah di Baliknya

Sosok dua pria ini ternyata warga Kabupaten Lebong, Bengkulu, menjadikan daun sebagai masker.

(KOMPAS.COM/FIRMANSYAH)
Dua warga gunakan masker daun karena panik ada posko penyekatan. 

TRIBUNSOLO.COM - Aksi kocak terjadi di sebuah posko penyekatan di Bengkulu.

Pasalnya dari pos penyekatan ini ditemukan dua warga yang menggunakan masker berbahan daun.

Baca juga: Antre Oksigen Sejak Pagi, Tangis Pria Ini Pecah Dikabari Sang Ibu Sudah Meninggal

Kedua pria ini ternyata baru pulang dari kebun.

Mereka lupa membawa masker lalu memanfaatkan daun sebagai masker.

Sosok dua pria ini ternyata warga Kabupaten Lebong, Bengkulu, menjadikan daun sebagai masker.

"Kami dari kebun lupa membawa masker. Ya, akhirnya pakai daun sebagai masker," kata Jum saat diperiksa petugas, Rabu (21/7/2021).

Dalam kejadiannya pria ini ternyata panik saat hendak pulang dari kebun tiba-tiba melihat ada posko penyekatan.

Dalam posko tersebut turut disertai petugas TNI/Polri yang berjaga.

Dia panik lalu menjadikan daun berukuran lebar sebagai masker.

Jum mengatakan, saat berangkat ke kebun, dia tidak melihat ada posko penyekatan di pintu masuk Kabupaten Lebong.

Baca juga: Warga Klaten Siap-Siap ! Kasus Aktif Covid-19 Hampir 5 Ribu, Polda Jateng Bakal Lakukan Ini

Reaksi Bupati saat datang ke lokasi

Bupati Lebong Kopli Ansori sempat mendatangi lokasi pemeriksaan.

Dia mengapresiasi upaya dua warga tersebut, meski harusnya tetap mengikuti aturan dengan menggunakan masker.

"Saya salut dengan cara yang dilakukan kedua warga ini. Mereka memodifikasi daun karena tidak membawa masker," kata Kopli saat dikonfirmasi Kompas.com via telepon, Kamis (22/7/2021).

Kopli mengatakan, kedua warga ini nekat menggunakan daun karena lupa membawa masker saat pergi berkebun.

Kopli akhirnya memakaikan masker kepada kedua warga tersebut hingga akhirnya mereka diizinkan melintasi posko.

Kopli mengatakan, setiap pengunjung yang masuk ke Kabupaten Lebong harus menjalani tes swab.

Pendatang yang dinyatakan positif dilarang masuk ke wilayah itu.

"Setiap orang masuk ke Lebong memang harus diswab. Ini dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid di daerah kami," ujar Kopli.

Mengapa Perlu Pakai Masker Dobel? Ini Penjelasan dan Cara Pakai yang Benar

 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan panduan terbaru tentang meningkatkan efektivitas pemakaian masker untuk mencegah penularan virus corona.

Dalam panduan tersebut, ada dua metode yang bisa diterapkan, yaitu:

1. Memakai masker ganda atau dobel

Gunakan masker medis di bagian dalam, lalu tambahkan masker kain di lapisan paling atas.

Penggunaan masker dua lapis ini harus benar, yakni bisa menutup hidung, mulut, sampai dagu.

Namun, tidak dianjurkan untuk menggunakan 2 masker medis sekaligus, karena tidak meningkatkan kemampuan filtrasi masker

2. Meningkatkan kesesuaian masker dengan wajah

Caranya, dengan membuat simpul tali masker di dekat wajah, lalu selipkan kedua ujung masker ke arah dalam untuk meminimalkan rongga masker.

Kemudian, pastikan tidak ada rongga masker saat masker digunakan.

Lalu, mengapa kita perlu pakai dua masker?

CDC menguji beragam efektivitas masker dalam menyaring partikel kecil yang menyebar di udara (aerosol), hasilnya adalah:

- Masker medis yang dipakai dengan benar mampu memberikan perlindungan sampai 56,1 persen.

- Masker kain tiga lapis yang digunakan dengan benar dapat memberikan perlindungan sampai 51,4 persen.

- Masker medis yang bagian ujung karetnya ditali simpul, sehingga masker lebih kencang dan rapat, bisa melindungi sampai 77 persen.

Sementara itu, menggunakan masker medis yang dilapisi masker kain mampu memberikan perlindungan sampai 85,4 persen

Selain itu, panduan baru penggunaan masker ini juga tentunya harus dibarengi dengan tetap menjaga jarak, menghindari keramaian dan ventilasi dalam ruangan yang buruk, mencuci tangan, dan mengurangi mobilitas untuk melindungi dari penularan Covid-19.(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved