Breaking News:

Lawan Covid 19

Jumlah Testing Covid-19 di Indonesia Per Juli 2021 : Sudah 4 Kali Lipat Standar WHO

Jumlah testing Indonesia perpekan pada awal Juli lalu, sebenarnya telah mencapai 4 kali standar WHO.

Editor: Aji Bramastra
AFP/STR
ILUSTRASI : Seorang paramedis laboratorium menguji sampel virus di Laboratorium Hengyang, Provinsi Henan pusat Kota Cina. Rabu (19/02/2020). Data terakhir tercatat korban tewas akibat epidemi virus coronavirus COVID-19 melonjak menjadi 2.112 dan pada Kamis (20/02/2020) ada 108 orang lagi meninggal di Provinsi Hubei, Kota pusat penyebaran yang paling parah dari wabah Corona tersebut. (STR/AFP)/China OUT 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Sejumlah pihak menyoroti turunnya jumlah testing Covid-19, di penghujung masa PPKM Darurat.

Turunnya jumlah testing tersebut menyebabkan jumlah kasus yang ditemukan juga sedikit.

Baca juga: Bahayakah Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 12? Jangan Keliru, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, mengatakan, pada prinsipnya untuk dapat melihat gambaran kondisi testing secara menyeluruh, harus dilihat secara mingguan sesuai dengan rekomendasi WHO.

"Karena kalau dilihat harian akan sangat dinamis naik turunnya," kata dia.

Wiku mengatakan jumlah testing Indonesia perpekan pada awal Juli lalu, sebenarnya telah mencapai 4 kali standar WHO.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah testing dalam penanganan Covid-19 sekarang ini.

Salah satunya, dengan menetapkan target testing di setiap daerah secara spesifik.

"Harus ada kerjasama setiap daerah untuk mencapai rasio target testing yang spesifik di tiap daerah berdasarkan positifity rate di masing-masing kabupaten kota, sekaligus pemberdayaan posko ditingkat komunitas, untuk mencapai target testing sebanyak minimal 15 kontak per satu kasus konfirmasi," katanya.

Wiku juga mengatakan, terlambatnya pencatatan kasus Covid-19 karena tingginya tekanan terhadap layanan kesehatan.

Adanya varian Delta, yang menyebabkan pasien Covid-19 melonjak, membuat tekanan terhadap layanan kesehatan menjadi besar.

"Karakteristik varian Delta yang mudah menular memberikan tekanan yang cukup besar pada fasilitas penyedia layanan kesehatan dan laboratorium, serta berbagai unsur lainya sehingga menimbulkan potensi keterlambatan pencatatan," kata Wiku dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Kamis, (22/7/2021). (*)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved