Breaking News:

Viral

Viral Kertas Hasil Tes Swab Positif Covid-19 Dipakai Bungkus Gorengan, Polisi Siap Turun Tangan

Sebuah unggahan yang menampilkan surat swab antigen dengan hasil positif Covid-19 dipakai untuk bungkus gorengan, viral di media sosial.

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
ISTIMEWA/Akun Instagram @infodepok_id
Layar tangkap unggahan surat hasil Swab Positif Covid-19 dijadikan bungkus gorengan di akun instagram @infodepok_id 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah unggahan yang menampilkan surat swab antigen dengan hasil positif Covid-19 dipakai untuk bungkus gorengan, viral di media sosial.

Surat yang menjadi bungkus gorengan tersebut, diunggah oleh warganet melalui akun @infodepok_id.

Baca juga: Viral Warung Makan Pasang Baliho Promo Beli 1 Gratis 1 Kecuali Presiden, Pemilik Didatangi Polisi

Unggahan ini langsung direspons oleh masyarakat.

Dalam fotonya nampak kertas tersebut sudah terlihat basah yang diduga dari minyak.

Foto yang beredar pun menunjukan waktu tes yang dilakukan hingga hasil tesnya.

“Ini tadi kita beli gorengan bungkus gorengan bekas dokumen hasil Swab positif. Lah kita makan gorengan jadi gimana gitu jadi ngeri-ngeri sedap gitu,” demikian caption dalam unggahan tersebut.

Polisi siap turun tangan

Dilansir dari TribunJakarta, Polisi turun tangan menindaklanjuti info adanya kertas untuk bungkus gorengan yang ternyata merupakan 

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, mengatakan, pihaknya akan melihat apakah ada unsur pidana dari viralnya bungkus gorengan tersebut.

“Nanti kalau terbukti ada yg dirugikan atau ada pidana nanti pasti kita tindaklanjuti ya,” kata Yogen melalui pesan singkat pada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Yogen menuturkan, tidak ada keterangan atau pun petunjuk bahwa temuan bungkus gorengan bekas surat hasil Swab Covid-19 ini berada di Depok.

“Kan di kertas itu gak ada yang menunjukkan dari Depok, hanya di upload di IG (Instagram) infodepok,” tuturnya.

Terakhir, Yogen berujar pihaknya masih melakukan lidik untuk memastikan darimana bungkus gorengan itu berasal.

“Sementara masih kita lidik apakah benar itu di Depok,” ujarnya.

Baca juga: RS Khusus Covid-19 di Donohudan Boyolali Sudah Bisa Dipakai 2 Agustus 2021, Ini Fasilitasnya

Perlu lebih hati-hati terkait data pribadi.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Pusat Penerangan Masyarakat (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar mengatakan, masyarakat seharusnya lebih berhati-hati memperlakukan berkas berisi data pribadi, meski hanya berupa fotokopi.

Ia mengimbau, agar fotokopi data tidak dibuang sembarangan.

"Diimbau agar masyarakat berhati-hati dalam membuang fotokopi Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk (KTP) di sembarang tempat," ujar Bahtiar.

Bahtiar mengatakan, jika memang sudah tidak terpakai, kertas bekas atau fotokopi berisi data pribadi dan keluarga sebaiknya dimusnahkan agar tidak tercecer.

Hal ini penting menjadi perhatian karena berkaitan dengan data pribadi.

(TribunJakarta)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved