Breaking News:

Virus Corona

Kisah Istri Sebulan Merawat Suami Positif Covid-19 Tanpa Ikut Tertular, Begini Tips yang Diberikan

Seorang wanita bernama Siti Amanah menceritakan saat dia merawat suaminya yang terpapar Covid-19 sampai dinyatakan sembuh.

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
ist/Freepic
Ilustrasi Isolasi Mandiri 

TRIBUNSOLO.COM - Bagi Anda yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, tips berikut ini bisa diterapkan dikeluarga supaya tidak menular anggota keluarga lain.

Seorang wanita bernama Siti Amanah menceritakan saat dia merawat suaminya yang terpapar Covid-19 sampai dinyatakan sembuh.

Baca juga: Viral Pedagang Cilok Pakai Jas ala Pejabat, Sebelum Keliling Jualan Didandani di Salon Dulu

Uniknya saat merawat suami, Siti Aminah tetap negatif meski hidup serumah.

Berbagai upaya dilakukan seorang perempuan yang tinggal di RT 5 RW 1 Kelurahan Ragunan, Jakarta Selatan.

Tinggal bersama orang yang dinyatakan positif Covid-19 di rumah yang sama tentu tidak mudah.

Ia harus menjaga setiap interaksi agar tidak terjadi penularan Covid-19, baik dari udara, sentuhan, dan peralatan yang digunakan bersama.

Hal pertama yang disarankan wanita ini adalah adanya fasilitas yang memadai.

Kebetulan, kata wanita yang akrab disapa Ama ini, tempat dia tinggal cukup memadai untuk melakukan isolasi mandiri.

"Jadi suami saya sempat ke Wisma Atlet karena takut saya tertular. Tapi saran dokter di sana (isolasi mandiri di rumah) dengan pertimbangan ada tempat berjemur, ruang kamar pasien terpisah, jendela setiap kamar ada dan hanya kami berdua dan tidak ada orang yang memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19 seperti penyakit bawaan, lansia atau anak-anak," kata Ama saat diwawancara Kompas.com, Jumat (2/10/2020).

Hal pertama  yang dilakukan Ama adalah menyiapkan dua kamar terpisah.

Satu kamar untuk dirinya, kamar lain untuk suaminya.

Setelah itu di rumah untuk segera memisahkan alat makan, mencuci baju terpisah, menyiapkan disinfektan dan hand sanitizer untuk pasien.

"Jadi setelah semua dipisahkan, giliran untuk menyiapkan logistik untuk keperluan selama 14 hari isolasi," tutur Ama.

Kemudian yang terpenting, kata dia, adalah membuat komitmen pada diri sendiri bahwa semua protokol kesehatan selama masa isolasi harus dijalani untuk kebaikan bersama.

"Saya ini perantau, sering sekali dipesan oleh mertua jangan sampai ikut sakit, karena kalau dua-duanya sakit, enggak ada yang urus," kata dia.

Protokol kesehatan untuk mengurangi kontak erat itu dia terapkan 24 jam sehari sampai masa isolasi berakhir.

Bahkan ketika tidur pun, dia tetap memasang masker.

Setiap hari, dia akan menyemprotkan disinfektan ke lantai rumah sebagai pengganti sabun pel.

Begitu juga di saat suaminya keluar kamar isolasi untuk ke kamar mandi.

Setelah keluar, kamar mandi akan disemprotkan sanitizer udara agar kamar mandi segera steril, dan juga mengepel lantai yang dijejaki suaminya.

Di saat jam makan tiba, dia akan menghidangkan makanan dan meminta suaminya keluar untuk makan.

"Jadi pas dia makan, saya masuk kamar," kata Ama.

Kemudian setelah suaminya selesai makan, semua peralatan makanan dan tempat makan kembali disterilkan dengan disinfektan.

Baca juga: Viral Motor Dinas Kades di Klaten Buat Angkut Peti Jenazah, Begini Faktanya

Hal yang sulit dilakukan.

Menurut dia, ada satu hal yang agak sulit dilakukan, yaitu menyiapkan makanan untuk pasien positif Covid-19.

Pasalnya, indra penciuman pasien Covid-19 tidak berfungsi normal.

Untuk menambah selera makan, makanan yang disuguhkan dalam keadaan hangat.

Asupan makan bergizi mempercepat pemulihan di masa karantina.

Ama menambahkan, selama masa isolasi suaminya, dia biasa berbelanja secara online untuk menghindari kontak dengan orang lain.

Meskipun hasil swab terakhir negatif Covid-19, dia takut menjadi orang tanpa gejala yang bisa menularkan ke orang lain.

"Jadi ketika merawat pasien isolasi, rasanya kita juga diisolasi, ini juga untuk menjaga agar nggak timbul prasangka di tetangga," kata dia.

Hal yang dilakukan ketika menerima paket.

Ketika menerima paket kiriman, Ama juga menyarankan agar bagian terluar paket disemprot dulu menggunakan disinfektan.

Langkah itu untuk memastikan tidak ada virus di paket tersebut.

Setelah 14 hari berjalan, dia dan suaminya kembali menjalani swab tes kedua.

Hasilnya, Ama tetap negatif, sementara suaminya masih positif Covid-19.

Akhirnya dinyatakan sembuh

Isolasi mandiri kemudian dilanjutkan. Hasil swab ketiga, suaminya dinyatakan negatif Covid-19 setelah sekitar sebulan menjalani isolasi mandiri.

Ama menekankan, dirinya tidak akan berhasil merawat suami tanpa tertular tanpa dibarengi kesabaran pasien yang dirawat.

"Memang keduanya harus sabar, kami selalu yakin kalau ini bisa dilalui sama-sama," kata dia.

(Kompas)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved